Penajam Paser Utara, 11 Agustus 2026 — Politeknik Pertanian Negeri Samarinda melalui Program Studi Pengelolaan Perkebunan memperkuat kontribusinya sebagai perguruan tinggi vokasi berdampak melalui Focus Group Discussion (FGD) “Penguatan Implementasi Standar ISPO dan Kelembagaan Petani dalam Rangka Peningkatan Produktivitas Kebun” di Kelurahan Sepan, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat perkebunan dalam mendorong penerapan standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) serta meningkatkan kapasitas kelembagaan petani sebagai fondasi peningkatan produktivitas dan keberlanjutan perkebunan.
FGD diketuai Muhammad Yazid Bustomi, S.P., M.Sc. dengan menghadirkan Fauzi, S.Hut. dari Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur sebagai pemateri. Materi yang disampaikan mengangkat langkah percepatan ISPO bagi pekebun kelapa sawit Provinsi Kalimantan Timur, memberikan penguatan pemahaman mengenai pentingnya penerapan standar keberlanjutan dalam pengelolaan perkebunan.
Penguatan ISPO pada tingkat pekebun membutuhkan kelembagaan yang mampu mendukung proses pengelolaan usaha secara terarah. Dalam konteks tersebut, kelembagaan petani menjadi elemen strategis untuk meningkatkan kapasitas, koordinasi, akses informasi, serta kemampuan pekebun dalam menerapkan praktik perkebunan yang sesuai dengan prinsip keberlanjutan.
Untuk memastikan penguatan yang dilakukan berbasis kondisi nyata di lapangan, tim kegiatan juga menyebarkan kuesioner kepada Gapoktan di Kelurahan Sepan. Pengumpulan data tersebut diarahkan untuk memetakan kondisi kelembagaan, pemahaman petani, serta kebutuhan dan tantangan yang dihadapi dalam penerapan ISPO dan peningkatan produktivitas kebun.
Data lapangan menjadi instrumen penting dalam membangun pendekatan pendampingan yang lebih tepat sasaran. Melalui pemetaan tersebut, perguruan tinggi dapat mengidentifikasi kebutuhan penguatan kapasitas masyarakat sekaligus mengembangkan rekomendasi dan program yang lebih relevan dengan karakteristik pekebun dan kondisi perkebunan setempat.
Kegiatan ini mencerminkan implementasi peran perguruan tinggi dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui penguatan pengetahuan dan kapasitas berbasis kebutuhan. Politani Samarinda tidak hanya menyiapkan sumber daya manusia vokasi, tetapi juga menghubungkan kompetensi akademik dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, khususnya pada sektor pertanian dan perkebunan.
Sinergi dengan Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur dan Gapoktan menjadi langkah penting untuk membangun ekosistem perkebunan yang lebih kuat. Kolaborasi tersebut membuka ruang pertukaran pengetahuan, penyediaan data lapangan, serta pengembangan solusi yang dapat mendukung peningkatan produktivitas sekaligus pemenuhan prinsip keberlanjutan.
Melalui kegiatan ini, Politani Samarinda turut mendorong transformasi perkebunan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga pada penguatan kelembagaan, penerapan standar keberlanjutan, dan peningkatan daya saing pekebun. Upaya tersebut sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, yakni menghadirkan kontribusi perguruan tinggi yang terukur dan relevan bagi masyarakat serta pembangunan sektor strategis daerah.
Ke depan, hasil FGD dan data yang dihimpun dari Gapoktan diharapkan dapat menjadi dasar bagi penguatan pendampingan dan pengembangan program yang lebih sesuai dengan kebutuhan pekebun. Dengan kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, penerapan ISPO diharapkan semakin kuat dan mampu berkontribusi terhadap terwujudnya perkebunan kelapa sawit yang produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat perkebunan dalam mendorong penerapan standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) serta meningkatkan kapasitas kelembagaan petani sebagai fondasi peningkatan produktivitas dan keberlanjutan perkebunan.
FGD diketuai Muhammad Yazid Bustomi, S.P., M.Sc. dengan menghadirkan Fauzi, S.Hut. dari Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur sebagai pemateri. Materi yang disampaikan mengangkat langkah percepatan ISPO bagi pekebun kelapa sawit Provinsi Kalimantan Timur, memberikan penguatan pemahaman mengenai pentingnya penerapan standar keberlanjutan dalam pengelolaan perkebunan.
Penguatan ISPO pada tingkat pekebun membutuhkan kelembagaan yang mampu mendukung proses pengelolaan usaha secara terarah. Dalam konteks tersebut, kelembagaan petani menjadi elemen strategis untuk meningkatkan kapasitas, koordinasi, akses informasi, serta kemampuan pekebun dalam menerapkan praktik perkebunan yang sesuai dengan prinsip keberlanjutan.
Untuk memastikan penguatan yang dilakukan berbasis kondisi nyata di lapangan, tim kegiatan juga menyebarkan kuesioner kepada Gapoktan di Kelurahan Sepan. Pengumpulan data tersebut diarahkan untuk memetakan kondisi kelembagaan, pemahaman petani, serta kebutuhan dan tantangan yang dihadapi dalam penerapan ISPO dan peningkatan produktivitas kebun.
Data lapangan menjadi instrumen penting dalam membangun pendekatan pendampingan yang lebih tepat sasaran. Melalui pemetaan tersebut, perguruan tinggi dapat mengidentifikasi kebutuhan penguatan kapasitas masyarakat sekaligus mengembangkan rekomendasi dan program yang lebih relevan dengan karakteristik pekebun dan kondisi perkebunan setempat.
Kegiatan ini mencerminkan implementasi peran perguruan tinggi dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui penguatan pengetahuan dan kapasitas berbasis kebutuhan. Politani Samarinda tidak hanya menyiapkan sumber daya manusia vokasi, tetapi juga menghubungkan kompetensi akademik dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, khususnya pada sektor pertanian dan perkebunan.
Sinergi dengan Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur dan Gapoktan menjadi langkah penting untuk membangun ekosistem perkebunan yang lebih kuat. Kolaborasi tersebut membuka ruang pertukaran pengetahuan, penyediaan data lapangan, serta pengembangan solusi yang dapat mendukung peningkatan produktivitas sekaligus pemenuhan prinsip keberlanjutan.
Melalui kegiatan ini, Politani Samarinda turut mendorong transformasi perkebunan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga pada penguatan kelembagaan, penerapan standar keberlanjutan, dan peningkatan daya saing pekebun. Upaya tersebut sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, yakni menghadirkan kontribusi perguruan tinggi yang terukur dan relevan bagi masyarakat serta pembangunan sektor strategis daerah.
Ke depan, hasil FGD dan data yang dihimpun dari Gapoktan diharapkan dapat menjadi dasar bagi penguatan pendampingan dan pengembangan program yang lebih sesuai dengan kebutuhan pekebun. Dengan kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, penerapan ISPO diharapkan semakin kuat dan mampu berkontribusi terhadap terwujudnya perkebunan kelapa sawit yang produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing.