SAMARINDA (25/07/2026) – Komitmen Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (Politani Samarinda) dalam menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Berkolaborasi dengan Universitas Mulawarman, tim dosen memberikan pelatihan pengolahan ikan lele menjadi nugget bergizi bernilai tambah kepada Kelompok Dasawisma Asparagus di Perumahan Bengkuring, Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi pangan lokal.
Pelatihan mengusung tema "Pemberdayaan Kelompok Dasawisma Asparagus melalui Hilirisasi Ikan Lele menjadi Produk Nugget Bernilai Tambah untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Ekonomi Keluarga." Program tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026 yang didukung Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Ketua Tim Pengabdian sekaligus dosen Politani Samarinda, Mika Debora Br. Barus, S.Pd., M.Si. menjelaskan bahwa pemanfaatan ikan lele sebagai bahan baku nugget merupakan salah satu bentuk hilirisasi produk perikanan yang mampu meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal. Menurutnya, ikan lele memiliki kandungan protein tinggi, mudah dibudidayakan, dan tersedia melimpah di masyarakat. Namun, sebagian besar hasil panen masih dijual dalam bentuk segar dengan nilai jual yang relatif rendah.
Ia menambahkan, pengolahan lele menjadi nugget yang dipadukan dengan sayuran diharapkan mampu meningkatkan cita rasa, tampilan, dan daya tarik produk, khususnya bagi anak-anak yang umumnya kurang menyukai olahan lele dalam bentuk utuh. Inovasi ini juga diproyeksikan mampu meningkatkan nilai jual hingga dua kali lipat dibandingkan menjual ikan lele segar, sehingga berpotensi menjadi usaha rumahan yang dapat menambah pendapatan keluarga.
Selama pelatihan, peserta memperoleh materi dan praktik langsung mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, formulasi adonan, pengukusan, pelapisan tepung, hingga teknik penyajian dan pengemasan produk agar memiliki daya saing di pasar. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung karena materi yang diberikan dinilai mudah diterapkan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3KM) Politani Samarinda, Dr. Andi Lisnawati, S.P., M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui transfer ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna, perguruan tinggi diharapkan mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan berbasis potensi lokal.
Lebih lanjut, Andi Lisnawati menjelaskan bahwa program tersebut juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan Tanpa Kemiskinan (Goal 1) dan Tanpa Kelaparan (Goal 2) melalui pemberdayaan masyarakat, peningkatan konsumsi pangan bergizi, serta pengembangan usaha mikro berbasis hasil budidaya perikanan.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, Politani Samarinda berharap inovasi sederhana berbasis sumber daya lokal seperti nugget lele tidak hanya menjadi alternatif pangan bergizi, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah ekonomi, memperkuat ketahanan pangan keluarga, serta melahirkan wirausaha baru yang berdaya saing. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa hasil keilmuan dan penelitian di perguruan tinggi dapat diimplementasikan secara nyata untuk memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan. (HUMAS)
Pelatihan mengusung tema "Pemberdayaan Kelompok Dasawisma Asparagus melalui Hilirisasi Ikan Lele menjadi Produk Nugget Bernilai Tambah untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Ekonomi Keluarga." Program tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026 yang didukung Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Ketua Tim Pengabdian sekaligus dosen Politani Samarinda, Mika Debora Br. Barus, S.Pd., M.Si. menjelaskan bahwa pemanfaatan ikan lele sebagai bahan baku nugget merupakan salah satu bentuk hilirisasi produk perikanan yang mampu meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal. Menurutnya, ikan lele memiliki kandungan protein tinggi, mudah dibudidayakan, dan tersedia melimpah di masyarakat. Namun, sebagian besar hasil panen masih dijual dalam bentuk segar dengan nilai jual yang relatif rendah.
Ia menambahkan, pengolahan lele menjadi nugget yang dipadukan dengan sayuran diharapkan mampu meningkatkan cita rasa, tampilan, dan daya tarik produk, khususnya bagi anak-anak yang umumnya kurang menyukai olahan lele dalam bentuk utuh. Inovasi ini juga diproyeksikan mampu meningkatkan nilai jual hingga dua kali lipat dibandingkan menjual ikan lele segar, sehingga berpotensi menjadi usaha rumahan yang dapat menambah pendapatan keluarga.
Selama pelatihan, peserta memperoleh materi dan praktik langsung mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, formulasi adonan, pengukusan, pelapisan tepung, hingga teknik penyajian dan pengemasan produk agar memiliki daya saing di pasar. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung karena materi yang diberikan dinilai mudah diterapkan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3KM) Politani Samarinda, Dr. Andi Lisnawati, S.P., M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui transfer ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna, perguruan tinggi diharapkan mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan berbasis potensi lokal.
Lebih lanjut, Andi Lisnawati menjelaskan bahwa program tersebut juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan Tanpa Kemiskinan (Goal 1) dan Tanpa Kelaparan (Goal 2) melalui pemberdayaan masyarakat, peningkatan konsumsi pangan bergizi, serta pengembangan usaha mikro berbasis hasil budidaya perikanan.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, Politani Samarinda berharap inovasi sederhana berbasis sumber daya lokal seperti nugget lele tidak hanya menjadi alternatif pangan bergizi, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah ekonomi, memperkuat ketahanan pangan keluarga, serta melahirkan wirausaha baru yang berdaya saing. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa hasil keilmuan dan penelitian di perguruan tinggi dapat diimplementasikan secara nyata untuk memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan. (HUMAS)