SAMARINDA (19/10/2026) – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Timur menggelar kegiatan Kolaborasi Riset dan Inovasi Strategis (KRIS) dengan judul “Pengembangan Usaha Produk Herbal Bawang Tiwai Melalui Pemberdayaan BUMDes di Desa Sungai Bawang, Kecamatan Muara Badak, Kalimantan Timur”. Kegiatan diseminasi tersebut berlangsung di Auditorium Syahrial Setia, Kantor BRIDA Kalimantan Timur, Senin (19/10/2026).
Dalam kegiatan ini, Dr. Ahmad Zamroni, S.Hut., M.P. hadir sebagai narasumber bersama tim peneliti yang terdiri atas Dr. Andi Lisnawati, S.P., M.Si., Dr. Netty Maria Naibaho, M.Sc., M.P., Hamka, S.TP., M.Sc., Mujibu Rahman, S.TP., M.Si., serta Adnan Putra Pratama, S.P., M.Sc. Seluruh tim merupakan dosen dari Politeknik Pertanian Negeri Samarinda.
Kegiatan dimoderatori oleh Periset BRIDA Kalimantan Timur, Yuli Fitrianto, S.Sos., M.Si., serta dibuka oleh Kepala Bidang Sosial dan Pemerintahan BRIDA Provinsi Kalimantan Timur, Dra. Endang S., S.E., M.Si.
Diseminasi ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Sungai Bawang, Bapak Martinus, perwakilan Pertamina Hulu Sanga-Sanga, Ketua DPP Perkumpulan Pengusaha Pangan dan Kuliner, Bapak Artha Mulya, Perwakilan dari Dinas Pariwisata Kab. Kutai Kertanegara, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3KM) Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, serta unsur periset di lingkungan BRIDA Provinsi Kalimantan Timur. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia usaha, dan komunitas pelaku usaha dalam mendukung pengembangan hasil riset dan inovasi daerah.
Dalam pemaparannya, tim riset menyampaikan hasil kajian mengenai pengembangan usaha produk herbal berbahan dasar bawang tiwai melalui pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Sungai Bawang, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kajian ini menempatkan potensi sumber daya lokal sebagai landasan pengembangan produk bernilai tambah sekaligus mendorong peran kelembagaan ekonomi desa.
Pengembangan produk herbal bawang tiwai diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pemanfaatan potensi lokal melalui kegiatan riset dan inovasi. Pemberdayaan BUMDes juga menjadi aspek penting dalam membangun pengelolaan usaha desa yang produktif, meningkatkan nilai tambah komoditas, memperluas peluang pemasaran, serta membuka kesempatan peningkatan pendapatan masyarakat.
Selain aspek pengolahan produk, pengembangan usaha juga membutuhkan dukungan kelembagaan, kemitraan, strategi pemasaran, dan keterlibatan berbagai pihak. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah desa, perguruan tinggi, dunia usaha, dan lembaga terkait menjadi faktor penting dalam mendorong keberlanjutan pengembangan produk herbal bawang tiwai sebagai salah satu produk unggulan berbasis potensi lokal.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang memberikan ruang bagi para peserta untuk bertukar pandangan, menyampaikan masukan, serta membahas peluang dan tantangan penerapan hasil riset. Diskusi tersebut menjadi bagian penting untuk memperkaya rekomendasi pengembangan agar lebih kontekstual dan dapat ditindaklanjuti sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah.
Melalui pelaksanaan KRIS, BRIDA Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong kolaborasi antara riset, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat. Partisipasi dosen Politeknik Pertanian Negeri Samarinda dalam kegiatan ini sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi vokasi dalam menghasilkan kajian terapan yang mendukung pengembangan potensi daerah.
Hasil kajian pengembangan usaha herbal bawang tiwai diharapkan dapat menjadi referensi dan dasar pengembangan usaha produktif melalui BUMDes, memperkuat ekonomi masyarakat desa, serta mendorong tumbuhnya produk unggulan berbasis potensi lokal di Kalimantan Timur.
Dalam kegiatan ini, Dr. Ahmad Zamroni, S.Hut., M.P. hadir sebagai narasumber bersama tim peneliti yang terdiri atas Dr. Andi Lisnawati, S.P., M.Si., Dr. Netty Maria Naibaho, M.Sc., M.P., Hamka, S.TP., M.Sc., Mujibu Rahman, S.TP., M.Si., serta Adnan Putra Pratama, S.P., M.Sc. Seluruh tim merupakan dosen dari Politeknik Pertanian Negeri Samarinda.
Kegiatan dimoderatori oleh Periset BRIDA Kalimantan Timur, Yuli Fitrianto, S.Sos., M.Si., serta dibuka oleh Kepala Bidang Sosial dan Pemerintahan BRIDA Provinsi Kalimantan Timur, Dra. Endang S., S.E., M.Si.
Diseminasi ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Sungai Bawang, Bapak Martinus, perwakilan Pertamina Hulu Sanga-Sanga, Ketua DPP Perkumpulan Pengusaha Pangan dan Kuliner, Bapak Artha Mulya, Perwakilan dari Dinas Pariwisata Kab. Kutai Kertanegara, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3KM) Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, serta unsur periset di lingkungan BRIDA Provinsi Kalimantan Timur. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia usaha, dan komunitas pelaku usaha dalam mendukung pengembangan hasil riset dan inovasi daerah.
Dalam pemaparannya, tim riset menyampaikan hasil kajian mengenai pengembangan usaha produk herbal berbahan dasar bawang tiwai melalui pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Sungai Bawang, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kajian ini menempatkan potensi sumber daya lokal sebagai landasan pengembangan produk bernilai tambah sekaligus mendorong peran kelembagaan ekonomi desa.
Pengembangan produk herbal bawang tiwai diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pemanfaatan potensi lokal melalui kegiatan riset dan inovasi. Pemberdayaan BUMDes juga menjadi aspek penting dalam membangun pengelolaan usaha desa yang produktif, meningkatkan nilai tambah komoditas, memperluas peluang pemasaran, serta membuka kesempatan peningkatan pendapatan masyarakat.
Selain aspek pengolahan produk, pengembangan usaha juga membutuhkan dukungan kelembagaan, kemitraan, strategi pemasaran, dan keterlibatan berbagai pihak. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah desa, perguruan tinggi, dunia usaha, dan lembaga terkait menjadi faktor penting dalam mendorong keberlanjutan pengembangan produk herbal bawang tiwai sebagai salah satu produk unggulan berbasis potensi lokal.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang memberikan ruang bagi para peserta untuk bertukar pandangan, menyampaikan masukan, serta membahas peluang dan tantangan penerapan hasil riset. Diskusi tersebut menjadi bagian penting untuk memperkaya rekomendasi pengembangan agar lebih kontekstual dan dapat ditindaklanjuti sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah.
Melalui pelaksanaan KRIS, BRIDA Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong kolaborasi antara riset, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat. Partisipasi dosen Politeknik Pertanian Negeri Samarinda dalam kegiatan ini sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi vokasi dalam menghasilkan kajian terapan yang mendukung pengembangan potensi daerah.
Hasil kajian pengembangan usaha herbal bawang tiwai diharapkan dapat menjadi referensi dan dasar pengembangan usaha produktif melalui BUMDes, memperkuat ekonomi masyarakat desa, serta mendorong tumbuhnya produk unggulan berbasis potensi lokal di Kalimantan Timur.