Januari 2026 – Guna menyusun dokumen perencanaan strategis yang berkualitas dan akuntabel, Politeknik Pertanian Negeri Samarinda menyelenggarakan Workshop Pendampingan Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2025-2029 dan Laporan Kinerja (LAKIN) Tahun 2025. Kegiatan berlangsung selama dua hari, tanggal 21-22 Januari 2026.
Workshop strategis ini menghadirkan pemateri kompeten dari tingkat kementerian, yaitu Bapak Muhammad Antoni Fauzy, selaku pejabat dari Biro Perencanaan dan Kerja Sama, Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan, Teknologi, dan Saintek (Kemdiktisaintek). Dalam paparannya, Antoni Fauzy menekankan pentingnya Renstra sebagai kompas dan peta jalan bagi pengembangan institusi dalam lima tahun ke depan. “Renstra 2025-2029 harus disusun dengan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Rencana Strategis Kemdiktisaintek, serta secara cermat menganalisis tantangan dan peluang, baik internal maupun eksternal.
Sementara itu, pembahasan mengenai LAKIN 2025 difokuskan pada teknik pelaporan kinerja yang baik, akurat, dan berbasis bukti (evidence-based). Hal ini penting sebagai bentuk pertanggungjawaban publik serta sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan dan penyusunan target kinerja tahun berikutnya.
Workshop ini dihadiri oleh pimpinan inti Politani Samarinda, dari Direktur Politani Samarinda yaitu Hamka, S.TP., M.Sc., MP, Wakil Direktur I Bagian Akademik Heriad Daud Salusu, S.Hut., MP, Wakil Direktur II Bagian keuangan Eva Nurmarini, S.Hut., MP, Wakil Direktur III bagian Kemahasiswaan Husmul Beze, S.Hut., M.Si, staff Bagian Perencanaan, Keuangan, Umum, Pengadaan, dan beberapa staff yang bertugas
melalui workshop ini, Politani Samarinda diharapkan akan menghasilkan draf Renstra 2025-2029 dan LAKIN 2025 yang komprehensif, sesuai dengan standar kementerian, dan siap menjadi landasan kuat untuk mencapai keunggulan dalam pendidikan vokasi pertanian di wilayah Kalimantan Timur dan Indonesia secara keseluruhan.
Workshop strategis ini menghadirkan pemateri kompeten dari tingkat kementerian, yaitu Bapak Muhammad Antoni Fauzy, selaku pejabat dari Biro Perencanaan dan Kerja Sama, Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan, Teknologi, dan Saintek (Kemdiktisaintek). Dalam paparannya, Antoni Fauzy menekankan pentingnya Renstra sebagai kompas dan peta jalan bagi pengembangan institusi dalam lima tahun ke depan. “Renstra 2025-2029 harus disusun dengan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Rencana Strategis Kemdiktisaintek, serta secara cermat menganalisis tantangan dan peluang, baik internal maupun eksternal.
Sementara itu, pembahasan mengenai LAKIN 2025 difokuskan pada teknik pelaporan kinerja yang baik, akurat, dan berbasis bukti (evidence-based). Hal ini penting sebagai bentuk pertanggungjawaban publik serta sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan dan penyusunan target kinerja tahun berikutnya.
Workshop ini dihadiri oleh pimpinan inti Politani Samarinda, dari Direktur Politani Samarinda yaitu Hamka, S.TP., M.Sc., MP, Wakil Direktur I Bagian Akademik Heriad Daud Salusu, S.Hut., MP, Wakil Direktur II Bagian keuangan Eva Nurmarini, S.Hut., MP, Wakil Direktur III bagian Kemahasiswaan Husmul Beze, S.Hut., M.Si, staff Bagian Perencanaan, Keuangan, Umum, Pengadaan, dan beberapa staff yang bertugas
melalui workshop ini, Politani Samarinda diharapkan akan menghasilkan draf Renstra 2025-2029 dan LAKIN 2025 yang komprehensif, sesuai dengan standar kementerian, dan siap menjadi landasan kuat untuk mencapai keunggulan dalam pendidikan vokasi pertanian di wilayah Kalimantan Timur dan Indonesia secara keseluruhan.