Samarinda, 12 Januari 2026 — Direktur Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (Politani Samarinda), Hamka, bersama jajaran Wakil Direktur, yakni Wakil Direktur I Heriad Daud Salusu, Wakil Direktur II Eva Nurmarini, dan Wakil Direktur III Husmul Beze, melakukan kunjungan ke Kantor Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Senin (12/1/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk menjajaki kerja sama strategis yang berdampak nyata bagi pembangunan IKN.
Dalam pertemuan tersebut, Hamka memaparkan berbagai capaian penelitian dosen serta bentuk kerja sama yang telah dijalankan Politani Samarinda bersama sejumlah mitra dalam beberapa tahun terakhir. Ia menegaskan bahwa dosen-dosen Politani Samarinda memiliki beragam keahlian yang relevan dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung program-program Otorita IKN.
Lebih lanjut, Hamka menjelaskan bahwa Politani Samarinda memiliki kompetensi di berbagai bidang, antara lain pengelolaan limbah, rehabilitasi lahan pascatambang, geotagging pohon endemik Kalimantan, pengembangan padi dan sawah organik, pengelolaan nursery, serta bidang-bidang strategis lainnya. Politani Samarinda saat ini memiliki 14 program studi yang masing-masing memiliki kekhasan dan keunggulan keilmuan.
Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, menyambut baik inisiatif kerja sama berdampak yang disampaikan oleh rombongan Politani Samarinda. Menurutnya, gagasan kerja sama tersebut sangat sejalan dengan misi dan program yang tengah dijalankan Otorita IKN.
Didampingi Direktur Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Lazuardi Nasution, Direktur Pengembangan Pemanfaatan Kehutanan dan Sumber Daya Air Onesimus Patiung, serta Direktur Ketahanan Pangan P. Setia Lenggono beserta tim, Myrna menegaskan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi bentuk kerja sama yang disertai aksi nyata di lapangan, bukan sekadar pertemuan dan diskusi konseptual tanpa implementasi.
Myrna juga menyampaikan bahwa IKN membuka peluang kolaborasi seluas-luasnya dengan perguruan tinggi. Namun demikian, ia menekankan pentingnya fokus pada satu atau dua program prioritas agar kerja sama yang dilakukan benar-benar berdampak dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satu isu mendesak yang disorot adalah persoalan sampah masyarakat di wilayah Samboja.
Selain itu, Otorita IKN memberikan kesempatan kepada Politani Samarinda untuk berpartisipasi dalam pengembangan kawasan Bukit Tengkorak, Suko Mulyo, Kabupaten Penajam Paser Utara. Kawasan tersebut dinilai berpotensi menjadi showcase bagi Politani Samarinda untuk menampilkan kontribusi dan perannya di tingkat nasional maupun internasional, mengingat IKN merupakan wajah utama Indonesia di Pulau Kalimantan. (HUMAS)
Dalam pertemuan tersebut, Hamka memaparkan berbagai capaian penelitian dosen serta bentuk kerja sama yang telah dijalankan Politani Samarinda bersama sejumlah mitra dalam beberapa tahun terakhir. Ia menegaskan bahwa dosen-dosen Politani Samarinda memiliki beragam keahlian yang relevan dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung program-program Otorita IKN.
Lebih lanjut, Hamka menjelaskan bahwa Politani Samarinda memiliki kompetensi di berbagai bidang, antara lain pengelolaan limbah, rehabilitasi lahan pascatambang, geotagging pohon endemik Kalimantan, pengembangan padi dan sawah organik, pengelolaan nursery, serta bidang-bidang strategis lainnya. Politani Samarinda saat ini memiliki 14 program studi yang masing-masing memiliki kekhasan dan keunggulan keilmuan.
Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, menyambut baik inisiatif kerja sama berdampak yang disampaikan oleh rombongan Politani Samarinda. Menurutnya, gagasan kerja sama tersebut sangat sejalan dengan misi dan program yang tengah dijalankan Otorita IKN.
Didampingi Direktur Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Lazuardi Nasution, Direktur Pengembangan Pemanfaatan Kehutanan dan Sumber Daya Air Onesimus Patiung, serta Direktur Ketahanan Pangan P. Setia Lenggono beserta tim, Myrna menegaskan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi bentuk kerja sama yang disertai aksi nyata di lapangan, bukan sekadar pertemuan dan diskusi konseptual tanpa implementasi.
Myrna juga menyampaikan bahwa IKN membuka peluang kolaborasi seluas-luasnya dengan perguruan tinggi. Namun demikian, ia menekankan pentingnya fokus pada satu atau dua program prioritas agar kerja sama yang dilakukan benar-benar berdampak dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satu isu mendesak yang disorot adalah persoalan sampah masyarakat di wilayah Samboja.
Selain itu, Otorita IKN memberikan kesempatan kepada Politani Samarinda untuk berpartisipasi dalam pengembangan kawasan Bukit Tengkorak, Suko Mulyo, Kabupaten Penajam Paser Utara. Kawasan tersebut dinilai berpotensi menjadi showcase bagi Politani Samarinda untuk menampilkan kontribusi dan perannya di tingkat nasional maupun internasional, mengingat IKN merupakan wajah utama Indonesia di Pulau Kalimantan. (HUMAS)