Samarinda, 17 Oktober 2026 – Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (Politani Samarinda) menerima kunjungan silaturahmi dan penyerapan aspirasi dari Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Daerah Pemilihan Kalimantan Timur, Edi Oloan Pasaribu, S.T., M.M., pada Jumat, 16 Oktober 2026. Pertemuan berlangsung di lantai 2 Gedung Direktorat Politani Samarinda disambut oleh Direktur Politani Samarinda, Dr. Heriad Daud Salusu, S.Hut., M.P., beserta jajaran pimpinan.
Kunjungan ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas Edi Oloan Pasaribu sebagai anggota Komisi X DPR RI untuk menyerap aspirasi pemangku kepentingan pendidikan, khususnya terkait akses dan keterjangkauan pendidikan tinggi, pemerataan layanan pendidikan, ketersediaan beasiswa, serta tantangan penyelenggaraan pendidikan tinggi di Kalimantan Timur.
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara legislatif dan perguruan tinggi untuk menghimpun berbagai masukan mengenai kebutuhan pengembangan pendidikan tinggi vokasi. Aspirasi yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pelaksanaan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan DPR RI, sesuai dengan kewenangan Komisi X.
Dalam pembahasan, perhatian terhadap akses pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan menjadi salah satu isu penting. Ketersediaan dukungan pembiayaan pendidikan, pemerataan kesempatan memperoleh beasiswa, serta penguatan fasilitas pembelajaran merupakan aspek yang berperan dalam memperluas kesempatan masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi yang berkualitas.
Sebagai perguruan tinggi vokasi negeri yang berfokus pada bidang pertanian, perkebunan, rekayasa dan komputer, serta lingkungan dan kehutanan, Politani Samarinda memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia terampil dan kompeten sesuai kebutuhan dunia kerja. Pengembangan pendidikan vokasi membutuhkan dukungan kebijakan yang berkelanjutan, sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai, serta penguatan pembelajaran berbasis praktik agar lulusan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah.
Direktur Politani Samarinda, Dr. Heriad Daud Salusu, S.Hut., M.P., bersama jajaran memanfaatkan pertemuan ini sebagai kesempatan untuk memperkuat komunikasi dan menyampaikan berbagai perspektif mengenai penyelenggaraan pendidikan tinggi vokasi. Dialog tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara perguruan tinggi dan pemangku kebijakan dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan serta pengembangan sumber daya manusia di Kalimantan Timur.
Penyerapan aspirasi ini diharapkan dapat memperkuat perhatian terhadap kebutuhan nyata perguruan tinggi vokasi, terutama dalam memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas layanan akademik, dan mendukung keberlanjutan program pengembangan institusi. Sinergi antara DPR RI, pemerintah, dan perguruan tinggi menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui kunjungan ini, Politani Samarinda menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan untuk memperkuat pendidikan vokasi yang berdampak. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi lulusan, tetapi juga memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah serta menghasilkan sumber daya manusia unggul bagi Indonesia.(HUMAS)
Kunjungan ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas Edi Oloan Pasaribu sebagai anggota Komisi X DPR RI untuk menyerap aspirasi pemangku kepentingan pendidikan, khususnya terkait akses dan keterjangkauan pendidikan tinggi, pemerataan layanan pendidikan, ketersediaan beasiswa, serta tantangan penyelenggaraan pendidikan tinggi di Kalimantan Timur.
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara legislatif dan perguruan tinggi untuk menghimpun berbagai masukan mengenai kebutuhan pengembangan pendidikan tinggi vokasi. Aspirasi yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pelaksanaan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan DPR RI, sesuai dengan kewenangan Komisi X.
Dalam pembahasan, perhatian terhadap akses pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan menjadi salah satu isu penting. Ketersediaan dukungan pembiayaan pendidikan, pemerataan kesempatan memperoleh beasiswa, serta penguatan fasilitas pembelajaran merupakan aspek yang berperan dalam memperluas kesempatan masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi yang berkualitas.
Sebagai perguruan tinggi vokasi negeri yang berfokus pada bidang pertanian, perkebunan, rekayasa dan komputer, serta lingkungan dan kehutanan, Politani Samarinda memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia terampil dan kompeten sesuai kebutuhan dunia kerja. Pengembangan pendidikan vokasi membutuhkan dukungan kebijakan yang berkelanjutan, sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai, serta penguatan pembelajaran berbasis praktik agar lulusan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah.
Direktur Politani Samarinda, Dr. Heriad Daud Salusu, S.Hut., M.P., bersama jajaran memanfaatkan pertemuan ini sebagai kesempatan untuk memperkuat komunikasi dan menyampaikan berbagai perspektif mengenai penyelenggaraan pendidikan tinggi vokasi. Dialog tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara perguruan tinggi dan pemangku kebijakan dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan serta pengembangan sumber daya manusia di Kalimantan Timur.
Penyerapan aspirasi ini diharapkan dapat memperkuat perhatian terhadap kebutuhan nyata perguruan tinggi vokasi, terutama dalam memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas layanan akademik, dan mendukung keberlanjutan program pengembangan institusi. Sinergi antara DPR RI, pemerintah, dan perguruan tinggi menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui kunjungan ini, Politani Samarinda menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan untuk memperkuat pendidikan vokasi yang berdampak. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi lulusan, tetapi juga memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah serta menghasilkan sumber daya manusia unggul bagi Indonesia.(HUMAS)