Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Samarinda  melalui Lembaga Sertifikasi Profesinya  (LSP) melaksanakan sertifikasi  kompetensi  dan profesi mahasiswa vokasi tahun 2021. Sebanyak 200 mahasiswa dari 5 program studi  yaitu:  Teknologi Hasil Perkebunan (40 orang), Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (60 orang), Teknologi Geomatika (40 orang), Budidaya Tanaman Perkebunan (20 orang),  dan Pengelolaan Perkebunan (40 orang)  telah melaksanakan sertifikasi kompetensi  dari  tanggal 29 Juni – 16 Juli  2021 di laboratorium masing-masing program studi.  Kegiatan ini merupakan program yang diluncurkan oleh  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi.  

Program sertifikasi kompetensi dan profesi mahasiswa vokasi dilakukan oleh perguruan tinggi politeknik yang mempunyai sistem dan sarana prasarana untuk melakukan penyiapan mahasiswa untuk melaksanakan sertifikasi kompetensi bagi pihak mitra  atau dunia industry.  Pelaksanaan program ini sekaligus upaya untuk menunjukkan kemampuan politeknik dalam  menyiapkan calon lulusan yang kompeten dan siap kerja yang sesuai dengan kualikasi dan kompetensi yang dibutuhkan oleh indutsri yang akan menyerap lulusannya.

Ketua LSP Politani Samarinda, Annafi Franz, M.Kom. mengatakan bahwa uji sertifikasi kompetensi dilaksanakan untuk mahasiswa semester 6 bagi Diploma III dan mahasiswa semester 7 dan 8  bagi D IV. Jumlah pesertanya 200 orang mahasiswa sebagai Asesi bidang yang diuji ada lima  Skema SKKNI, yaitu Analis Laboratorium Pabrik Kelapa Sawit, Asisten Kebun Kelapa Sawit, Teknisi Survei Terestris, Web Application Programming Interface (API), Mandor Kebun Kelapa Sawit.  Untuk Asesor, digunakan asesor yang berasal dari internal kampus,” ungkapnya. Selanjutnya, Annafi  menjelaskan, setiap peserta, harus mengikuti beberapa tahapan tes, dimulai dari tes tertulis, uji praktek dan wawancara. Pembekalan dan uji kompetensi untuk masing-masing skema dilaksanakan dengan waktu dan tanggal yang berbeda.  Ungkapnya

Wakil Direktur I Bidang Akademik Dr. Heriad Daud Salusu, S.Hut.,MP, dalam sambutannya menjelaskan pentingnya kegiatan sertifikasi ini bagi mahasiswa, sertikat kompetensi merupakan bukti pengakuan tertulis atas penguasaan kompetensi kerja atau tanda pengakuan yang diberikan setelah mahasiswa melewati serangkaian kegiatan uji kompetensi baik pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan alat sesuai skemanya masing-masing, setelah ikut kegiatan ini akan memperoleh sertifikat kompetensi yang  dikeluarkan oleh kampus dan mitra (Dunia Industri yang ditunjuk untuk mendampingi), sertifikat ini  merupakan bagian tidak terpisahkan dalam proses pembelajaran dan memberi bekal mahasiswa memasuki dunia kerja atau pun wirausaha.

Sertifikat ini merupakan pendamping ijazah, jadi selain ijazah, para mahasiswa atau calon alumni harus mengantongi sertifikat kompetensi sesuai bidang masing-masing, yang menunjukkan bahwa mahasiswa/calon alumni siap bekerja dan menjadi tenaga kerja yang berkompeten,

Sementara itu Hamka, S.TP.,MSc.,MP selaku Direktur dalam sambutannya memberikan apresasi kepada LSP yang telah bekerja keras mengadakan kegiatan ini.  Selanjutnya Hamka mengatakan bahwa  sertifikasi kompetensi dan profesi yang diluncurkan oleh  Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merupakan  upaya pengembangan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan memiliki daya saing.  Uji kompetensi merupakan salah satu cara memastikan ketercapaian kompetensi dan profesionalitas  bagi mahasiswa  dan  hal yang saat ini diperlukan untuk  mengukur skill dan kompetensi setiap orang demi karir masa depan, Dengan dilaksanakannya program ini harapan kami kualitas mahasiswa  di Politani Samarinda akan lebih baik, lebih kompeten sehingga bisa bersaing dengan tenaga kerja lainnya. Pungkasnya. (Humas/AL)