Asesmen prediksi kompetensi pegawai tahun 2021 digelar di Politeknik Pertanian Negeri Samarinda selama 3 hari yaitu tanggal 13-15 Juli 2021. Sebanyak 74 peserta  yang terdiri dari adminstrasi dan  Pranata Laboratorium Pendidikan  (PLP) ikut kegiatan asesmen ini.   Proses asesmen pegawai ini merupakan  upaya mengukur potensi individu untuk memprediksi kompetensi tenaga kependidikan dan pegawai,  kegiatan yang secara rutin dilakukan oleh Biro Sumber Daya Manusia Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi  bagi seluruh pegawai yang memenuhi kriteria, dan telah didaftarkan sebagai calon peserta.

Pelaksanaan Asesmen kompetensi ini terbagi dalam 3 sesi dan dilaksanakan di Laboratorium  Komputer  secara daring (online)  dan untuk dapat mengikuti asesmen, peserta harus menggunakan perangkat yang sesuai spesifikasi yang  disiapkan secara mandiri  melalui laptop/desktop atau difasilitasi oleh unit kerja.   Selama proses asesmen,  pelaksanaan pengawasan terpantau dari jauh oleh pengawas.melalui webcam pada perangkat. 

Sebelumnya telah dilaksanakan Try Out Asesmen Prediksi Kompetensi Pegawai pada tanggal 29 dan 30 Juni 2021 yang  bertujuan untuk menguji perangkat yang akan digunakan dan  memastikan perangkat yang digunakan dapat berfungsi sebagaimana mestinya  serta  koneksi internet memadai untuk proses asesmen.  Selain itu, memberikan kesempatan kepada calon peserta dalam mengenal aplikasi, tampilan dan menu-menu yang ada sehingga pegawai sudah familiar dengan tampilannya dan paham  cara pengoperasian aplikasinya. 

Eva Nurmarini, S.Hut.,MP selaku Wakil Direktur II Bidang Umum, Keuangan dan Kepegawaian mengatakan  Politani Samarinda adalah salah satu kampus yang ditunjuk untuk memfasilitasi kegiatan asesmen ini.  “asesmen sendiri dilakukan untuk memprediksi kompetensi ASN dan nantinya akan dilakukan pemetaan sesuai kompetensi, kualifikasi dan kinerja, sehingga pegawai tersebut nantinya bekerja sesuai dengan kompetensinya,  ujarnya.   

Asesmen prediksi kompetensi merupakan proses pengukuran potensi individu untuk memprediksi kompetensi pegawai di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dengan menggunakan instrumen tertentu.  Hal ini dilakukan dalam rangka membangun manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) yang mencakup mencakup pengembangan kompetensi, manajemen talenta, rotasi/mutasi, dan promosi. seperti yang diamanahkan dalam undang-undang No 5 tahun 2014 tentang  Aparatur Sipil Negara,  menyatakan bahwa “manajemen ASN  diselenggarakan berdasarkan sistem merit, yakni berbasis kualifikasi, kompetensi, dan kinerja. Untuk mendukung implementasi sistem merit, perlu tersedia data profil pegawai, antara lain berupa data prediksi kompetensi berdasarkan hasil asesmen.  (Humas/AL)