Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Politeknik Pertanian Negeri Samarinda menggelar  Upacara  dalam rangka Pembukaan Program Sertifikasi Kompetensi dan Profesi bagi Mahasiswa Vokasi  pada  hari Selasa (29/06/2021),  dipimpin oleh Inspektur Upacara Direktur Politani Samarinda Hamka, S.TP.,M.Sc.,MP. yang diikuti  oleh Wadir 1,2,3, dan 4, ketua jurusan, ketua program studi.  Sebanyak 200 mahasiswa tahun 2021 ini yang akan disertifikasi dari 5 program studi  yaitu:  Teknologi Hasil Perkebunan (40 orang), Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (60 orang), Teknologi Geomatika (40 orang), Budidaya Tanaman Perkebunan (20 orang),  dan Pengelolaan Perkebunan (40 orang). Kurang lebih 100 orang mahasiswa perwakilan yang hadir mengikuti upacara pembukaan ini  yang   bertempat di halaman kampus Politani  Samarinda, dengan tetap menerapkan  protocol kesehatan.  

Program sertifikasi kompetensi dan profesi bagi mahasiswa vokasi pada tahun 2021 ini diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.  Menurut Beny Bandanadjaya yang dikutip dari laman Republika co.id bahwa Program sertifikasi ini pada dasarnya ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia (SDM) agar memiliki kemampuan pengetahuan dan keterampilan terstandar yang relevan, antara proses pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.  “Dengan adanya progam ini, kami berharap bantuan yang diberikan dapat memfasilitasi hak mahasiswa yaitu hak sertifikasi kompetensi,”  dan melalui program ini, peningkatkan penyerapan lulusan pendidikan tinggi dalam pasar kerja lokal dan nasional diharapkan dapat terwujud. jelas Beny

Sertikat kompetensi merupakan bukti pengakuan tertulis atas penguasaan kompetensi kerja atau tanda pengakuan yang diberikan setelah mahasiswa melewati serangkaian kegiatan uji kompetensi baik pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan alat sesuai skemanya masing-masing.  Sertifikat ini merupakan pendamping ijazah, jadi selain ijazah, para mahasiswa atau calon alumni harus mengantongi sertifikat kompetensi sesuai bidang masing-masing, yang menunjukkan bahwa mahasiswa/calon alumni siap bekerja dan menjadi tenaga kerja yang berkompeten,  Sertifikat ini  nantinya akan  dikeluarkan  oleh Dunia Industri bersama Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang telah terlisensi oleh BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

Direktur Politani Hamka dalam sambutannya menyampaikan  keprihatinannya terkait wabah virus Corona yang semakin hari semakin meningkat  di  wilayah kaltim, begitupun daerah lainnya di Indonesia, sehingga perlu diwaspadai dan menjadi perhatian bagi semua baik pegawai maupun mahasiswa.  ‘Jangan menganggap remeh, ini perlu diantisipasi tetap menjaga protocol kesehatan dengan ketat.  Ujarnya.

Hamka  juga mengharapkan dengan adanya sertifikasi kompetensi ini akan memberikan andil bagi peningkatan Sumber Daya Manusia yang kompeten khususnya mahasiswa di Politani Samarinda dan  seluruh wilayah Indonesia, “mahasiswa jangan menganggap sepele ujian sertifikasi kompetensi ini karena ujian ini berbeda dengan ujian yang biasanya, karena jika ada komponen yang tidak lulus maka tidak akan diberikan sertifikat kompetensi.                                           

Sertifikat yang didapat oleh mahasiswa akan disandingkan dengan ijazah, sehingga mahasiswa Politani akan mendapatkan bukti kompetensi dari bidang akademik dan non akademik, diharapkan dengan adanya legitimasi kompetensi ini mahasiswa lulusan Politani  dapat menjawab tantangan persaingan kerja di era global ini, pungkasnya. (Humas/AL)