Politeknik Pertanian Negeri Samarinda  adakan  Sosialisasi terkait draft penyelarasan Statuta  dan Peraturan-Peraturan Direktur  di Ruang Kuliah Umum  Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (Politani Samarinda) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan terbatas  (2/06/2021).  Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan pada hari sebelumnya tanggal 31 Mei – 01 Juni 2021 yaitu Sosialisasi Organisasi Tata Kerja (OTK) yang telah  rampung  dikerjakan, telah disinkronisasi dengan semua data yang ada dan siap dikirimkan ke kementerian 

Kegiatan ini dihadiri  Direktur, Pudir I, II, III dan IV, para Pejabat Fungsional, Kasub TU, Ketua Jurusan, Koordinator Program Studi, P2M, SPMI, SPI dan  Humas.  Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh bapak Direktur Politeknik Pertanian Negeri Samarinda  Hamka S.TP.,M.Sc.,M.P. dengan menghadirkan narasumber yang sangat kompeten dibidang Tata Kelola Organisasi yaitu Drs. Abdul Muin Kadir, M.Pd. dari Politeknik Media Kreatif, Jakarta.  Abdul Muin sendiri sudah berpengalaman dalam membantu penyusunan OTK di beberapa Perguruan Tinggi Baru, khususnya di Politeknik.

Eva Nurmarini selaku ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman terhadap Organisasi Tata Kerja (OTK) Politani Samarinda yang telah dirumuskan, dan telah finalisasi,  draft Statuta  dan Peraturan-Peraturan Direktur sebagai turunan dari Statuta yang merupakan peraturan dasar dalam pengelolaan Perguruan Tinggi yang akan digunakan sebagai landasan penyusunan dan prosedur operasional di Politani samarinda dan menyeragamkan tata kerja di lingkungan Politani Samarinda. Ungkap Eva

Sementara itu Direktur Politani, Hamka S.TP.,M.Sc.,M.P. dalam sambutannya  mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kesediaan Drs. Abdul Muin Kadir, M.Pd, untuk menjadi pendamping dan pengarah  kegiatan penyusunan OTK, revisi dan penyelarasan Statuta dan pembuatan Peraturan-Peraturan Direktur. dan juga  telah membantu mengarahkan sehingga posisi Politani masuk dalam kategori 2 dengan point 53,5 Ujar Hamka.  Lebih lanjut disampaikan  bahwa                      “Organisasi dan tata kerja (OTK) Politani Samarinda  yang baru disusun tahun 2021 ini merupakan pembaruan dari OTK lama tahun 2002.   Revisi atau perubahan OTK ini dipandang perlu untuk menyesuaikan  kebutuhan saat ini dan akan datang. OTK, Statuta dan Peraturan-Peraturan Direktur merupakan 3 hal yang sangat penting dan merupakan ruh dari Perguruan Tinggi,  OTK  Politani Samarinda diupayakan memenuhi prinsip‐prinsip tata kerja yang menjamin terselenggaranya praktek‐praktek pengelolaan yang baik,  yang sesuai dengan kebutuhan Politani Samarinda agar dapat mendorong pengelolaan menjadi lebih profesional dan berdaya dalam mengemban fungsi misi dan visinya.  Harapannya Dengan adanya OTK yang baru ini  juga bisa digunakan untuk membantu akreditasi karena semua data yang ada sudah disingkronisasi dengan baik. Ujarnya.

Abdul Muin selaku narasumber  dalam paparannya menjelaskan pentingnya 3 naskah yang wajib dimiliki oleh perguruan tinggi  atau lembaga kampus baik universitas maupun pendidikan vokasi seperti Politani Samarinda  yaitu dokumen Organisasi Tata Kerja (OTK), Statuta dan Peraturan-Peraturan Direktur. OTK disusun dengan mempertimbangkan banyak hal sesuai kebutuhan dan pengembangan perguruan tinggi dan penyusunannya mengacu pada pedoman yaitu  Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 139 Tahun 2014 tentang Pedoman Statuta dan Organisasi Perguruan Tinggi.  Dijelaskan juga bahwa  Kebutuhan unit organisasi perguruan tinggi ditentukan dengan menghitung jumlah komponen seperti Jurusan,  Program Studi, Mahasiswa, Dosen, Tenaga Kependidikan, Kegiatan Penelitian, Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, Anggaran, Kerja Sama, Tanah, Gedung, dan Sistem Informasi Manajemen. Semua data ini perlu dilengkapi, di data dengan baik karena ini bisa bermanfaat untuk proses akreditasi. Pungkasnya. (Humas/AL).