Menjadikan SDM humas yang mumpuni dan bisa memberikan pelayanan prima sebagai komunikator dalam membranding Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Vokasi menggelar kegiatan bimbingan teknis bagi para humas dilingkungannya, dengan menggandeng Sekolah Jurnalisme Media Indonesia, Ditjen Pendidikan Vokasi menggelar Workshop yang mengangkat Tema “ Peran Humas sebagai Komunikator Branding Pendidikan Vokasi”  Kegiatan yang digelar selama 4 hari mulai tanggal 19 – 22 April 2021 di Media Indonesia, Jakarta.

Workshop yang diikuti lebih dari 44 peserta terbagi dalam dua gelombang, dimana pesertanya berasal dari lingkungan Ditjen Vokasi yang  terdiri dari politeknik, sekolah vokasi, akademi komunitas, dan Balai penjaminan mutu vokasi.  Mereka diberi bekal untuk bisa membuat press release, berita dan lainnya yang terkait dengan branding pendidikan vokasi.

Sesditjen Pendidikan Vokasi, Henri Tambunan, dalam sambutannya menyampaikan humas sebagai  komunikator  brending vokasi bukanlah tugas yang ringan, tapi penuh tantangan, tidak hanya publikasi tapi sebagai komunikator  humas merupakan tugas yang strategis dan sangat vital dalam menyampaikan kebijakan-kebijakan maupun hasil-hasil yang telah dilakukan selama ini sebagai  upaya membrending pendidikan vokasi.  Pendidikan vokasi menjadi salah satu bidang yang mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, maka branding pendidikan vokasi sangat perlu dikenalkan kepada masyarakat.”seorang humas harus mempelajari strategi-strategi komunikasi”  untuk memberi informasi, dan pemahaman kepada masyarakat, humas harus bisa membangun brand image bahwa pendidikan vokasi bisa menghasilkan orang-orang sukses. Success story menjadi strategi untuk meningkatkan minat pelajar dan orang tua. ungkapnya  saat membuka workshop Peran Humas Sebagai Komunikator Branding Pendidikan Vokasi. 

Banyak hal yang perlu dilakukan dan diemban oleh seorang humas dalam memperkenalkan, menyampaikan secara terus-menerus dengan menggunakan media apa saja multi platform agar dikenal luas oleh masyarakat, namun hal ini juga tidak lepas dari dukungan pimpinan lembaga/institusi.  

Saat ini pendidikan vokasi sudah sangat didukung oleh pemerintah, hal ini tampak pada keseriusan dalam mendekatkan sector pendidikan vokasi pada dunia industry,agar lulusannya siap bekerja dan bisa membuka lapangan pekerjaan baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain. (Humas/AL).