Bupati Bulungan terpilih Syarwani S.Pd.,M.Si. dihadapan Pengelola Politani Samarinda dan Pengelola Akademi Komunitas Negeri (AKN)  Bulungan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung keberlangsungan kegiatan pendidikan tinggi di Bulungan, termasuk Akademi Komunitas Negeri Bulungan. Pemerintah Kabupaten akan terus mengupayakan pengembangan pendidikan termasuk Pendidikan Tinggi, kita akan terus mendukung keberadaan AKN ini dan berjanji untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh pengelola AKN Bulungan, kita akan masukkan di APBD perubahan, kalaupun ini dianggap lama maka tetap kami carikan dana untuk mengatasi ini, Hal ini disampaikan Syarwani  pada audiensi Pengelola Politani Samarinda dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Bulungan, Rabu  (31/03/2021).

Hamka  selaku Direktur Politani Samarinda dalam audiensi didepan Bupati menyatakan akan terus berupaya untuk memperjuangkan akan keberlanjutan dari AKN Bulungan. Pembahasan masalah keberlajutan AKN juga sudah pernah dilakukan pada Tahun 2019 periode Bupati Bulungan sebelumnya yaitu almarhum H. Sudjati, SH, namun sampai saat ini belum ada kepastian,  Hamka menjelaskan bahwa Politani Samarinda mendapatkan surat dari Kemenritekdikti yang isinya menyatakan  bahwa pembiayaan terhadap pendidikan di luar domisili (PDD) seperti yang dilaksanakan di AKN Bulungan akan dihentikan pendanaannya di tahun 2021. Untuk keberlanjutan program ini, Kemenristekdikti meminta kepada perguruan tinggi Pembina untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota terkait mengenai pembiayaan operasional. Kami  tidak akan biarkan AKN Bulungan berhenti begitu saja, karena untuk membangun AKN itu tidak mudah, butuh perjuangan banyak dan AKN juga telah mendapat  2 tanah hibah,  nah untuk itu akan upayakan terus berlanjut. Inilah salah satu cara kami memperjuangkan melalui audiensi ini ke bapak bupati” ujarnya

Dalam audiensi tersebut, Hamka  juga memaparkan  solusi terkait  pengembangan AKN Bulungan yaitu PSDKU (Program Studi di Luar Kampus Utama) ini  merupakan program studi yang diselenggarakan di kabupaten, kota, atau kota administratif yang tidak berbatasan langsung dengan daerah kampus utama,  dalam Peraturan Kementerian dan kebudayaan nomor 7 tahun 2020, membuka PSDKU berarti membuka prodi yang sebetulnya sudah ada di kampus utama,  kemudian membuka prodi yang sama di PSDKU AKN Bulungan.  Dimana PSDKU ini  memiliki kurikulum, metode pengajaran, fasilitas dan juga kualitas yang setara dengan prodi di kampus utamanya.  Ini bisa jadi alternative untuk lebih mengembangkan AKN di Bulungan dan banyak manfaat yang bisa didapatkan dengan  PSDKU ini diantaranya  Meningkatkan akses, pemerataan, mutu, dan relevansi Pendidikan Tinggi di Bulungan, Mendapatkan tambahan kesempatan untuk bisa masuk ke prodi atau kampus yang dinginkan, karena prodi tersebut tersedia di kampus induk, dan  Kalau AKN ini sudah bisa mandiri, maka akan sepenuhnya diserahkan ke Pemkab untuk mengelola dan meningkatkan statusnya menjadi Politeknik Negeri Bulungan paparnya.  

Iwan selaku Perwakilan PT PKN dalam kesempatan yang sama  menyatakan sangat mendukung langkah yang diambil Pemkab Bulungan dan pihak Pengelola Politani terhadap keberlanjutan perguruan tinggi yang telah  menghasilkan dua lulusan ini.  “Kami tetap mendukung keberadaan AKN sejak awal, hanya saja nantinya akan dipikirkan untuk membentuk prodi yang sesuai dengan SDA yang ada di Bulungan. Dengan komitmen dan perjuangan  bersama maka AKN ini bisa menjadi Politeknik Negeri,  ujar Iwan.

Selanjutnya diakhir kunjungan Direktur Politeknik Pertanian Negeri Samarinda menyerahkan cinderamata kepada Bupati Bulungan dan foto bersama. (Humas/AL).