Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (Politani)  manandatangani perjanjian kerjasama  dengan Kanwil Kemenkumham Kaltim  pada hari  Rabu 10 Maret  2021 di Hotel Harris Jl. Untung Suropati Karang Asam Ulu, Kec. Sungai Kunjang, Samarinda.  Kegiatan  yang   digelar oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Kaltim ini bertajuk “Promosi dan Diseminasi Kekayaan Intelektual Paten” yang bertemakan ‘Sistem Perlindungan Paten di Indonesia untuk Meningkatkan Kemajuan Perekonomian Bangsa” Kegiatan ini dihadiri oleh Kakanwil (Sofyan, S.Sos.,SH.,M.H). Direktur Politani Samarinda (Hamka, S.TP.M.Sc.,M.P.), Pembantu Direktur IV Bidang Kerjasama (Yulianto, S.Kom., M.MT.), Ketua STIMIK Widya Cipta Dharma  (Dr.H.Nursobah S.Kom.) serta perwakilan Instansi/Lembaga Provinsi Kalimantan Timur, dan narasumber yang akan mengisi acara tersebut. Pelaksanaan kegiatan ini tetap menerapkan protocol Kesehatan yaitu menggunakan masker, dan jaga jarak.  

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan kali ini adalah Kepala Subdirektorat Pemeriksa Paten Ditjen KI (Dian Nurfitri), Kadiv YankumHAM (Sri Lastami) dan Akademisi Politeknik Negeri Samarinda (Dwi Cahyadi).

Kekayaan Intelektual sendiri dibagi menjadi Kekayaan Intelektual (KI) Komunal dan Personal, dimana yang termasuk KI Komunal yaitu kepemilikan yang bersifat kelompok seperti warisan budaya tradisional yang perlu dilestarikan, sedangkan KI Personal dimiliki sepenuhnya oleh individu, dimana individu tersebut dapat menciptakan karya dan ide baru ataupun mengembangkan yang sudah ada. Sistem kekayaan intelektual bersifat paten, paten sendiri merupakan hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya dibidang teknologi untuk jangka waktu tertentu. 

Direktur Politani Hamka, S.TP.,M.Sc.,M.P menyampaikan bahwa dengan adanya Mou tersebut diharapkan semakin menguatkan SENTRA HAKI P2M di Politani Samarinda, dimana diharapkan kepada pegawai baik dosen maupun  PLP yang ingin mendaftarkan Kekayaan Intelektualnya (paten, hak cipta, dll) dapat didaftarkan lewat sentra HAKI milik Politani Samarinda  dengan proses registrasi sama dengan yang berlaku di kemenhumham.  Lebih lanjut disampaikan bahwa  dengan adanya Paten ini dapat melindungi  seseorang atas temuannya dan dapat terjamin dasar hukumnya. Ujarnya.

Kegiatan promosi dan diseminasi tentang paten ini diharapkan  dapat meningkatkan pendaftaran paten terbaru dan paten sederhana  di Kalimantan Timur,  khususnya di Samarinda, yang akan terlindungi secara hukum dan memiliki nilai ekonomi.   (Humas/AL).