Politeknik Pertanian Negeri Samarinda kembali melaksanakan upacara pelepasan mahasiswa yang akan melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) dan Magang Industri (MI). Sebanyak 226 orang mahasiswa dari  3 program studi di lingkungan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda yaitu Pengelolaan Hutan 26 orang, Pengelolaan Perkebunan 76 orang dan Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak sebanyak 123 orang.  Keseluruhan mahasiswa yang melaksanakan PKL dan Magang Industri  akan melaksanakan kegiatan diberbagai perusahaan maupun instansi pemerintah di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.  Upacara pelepasan kali ini berbeda dari biasanya dan sangat special karena dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur bapak Anwar Sanusi S.Pd.,M.Pd.  di Halaman Kantor Direktorat Politani Samarinda pada hari Senin (01/02/2021) yang turut dihadiri oleh Direktur, Wakil Direktur I,II,III dan IV, ketua jurusan, koordinator program studi dan humas. 

Pelaksanaan PKL dan Magang Industri tahun 2021 ini tersebar dibeberapa perusahaan sawit  seperti PT. Tri Tunggal Sentra Buana Badak, PT. Alam Jaya Persada (AJP) Samboja, pengelolaan kelapa sawit Derawan oil milik PT. SKJ (Sentosa Kalimantan Jaya), PT. SKL di Maktoman, PT. Budi Duta Agro Makmur di Jahab, beberapa  perkebunan plasma dan masih banyak perusahaan dan instansi lainnya.

Dalam sambutannya, Anwar Sanusi S.Pd.,M.Pd. selaku Kadisdikbud  Provinsi Kaltim yang juga bertindak sebagai pembina upacara, memberikan banyak arahan kepada mahasiswa yang akan berangkat, banyak pengalaman yang beliau sampaikan untuk memotivasi mahasiswa untuk bisa berhasil,  seperti pengalaman beliau awalnya sebagai tenaga pendidik, menjabat sebagai kepala sekolah kurang lebih 18 tahun dibeberapa sekolah, Sekertaris Dinas Pendidikan Kota Bontang, hingga sampai tahap Kepala Dinas Provinsi Kaltim seperti saat ini.  Tentunya bukan hal mudah  tapi melewati banyak rintangan dan ujian, bagaimana susahnya tinggal dipedalaman tidak ada internet, transportasi yang masih minim, harus jalan berjam-jam atau berhari-hari untuk sampai ke suatu lokasi,  tidak seperti saat ini dimana semua bisa dijangkau dan di akses dengan mudah,  namun  semua kesulitan itu tidak menyurutkan niat dan semangat, nah inilah yang harus terus dimiliki oleh mahasiswa sekarang ini ujar Anwar.   Lebih lanjut disampaikan bahwa mahasiswa punya  tanggung jawab dan tugas yang harus mereka emban selama melaksanakan kegiatan magang tersebut.  Anwar menyatakan bahwa magang menjadi ajang praktek nyata dari teori dan praktek yang dilakukan selama di kampus.  Dengan PKL dan magang ini para mahasiswa  akan mampu mempraktekkan, apa yang didapat dan bisa mengukur kemampuan diri. Dan yang terpenting, dengan kegiatan ini mahasiswa akan mengalami langsung  suasana bekerja di suatu instansi atau perusahaan.

Anwar juga menyampaikan ada sekolah binaannya yaitu Sekolah Perkebunan di Paser yang bisa menghasilkan ratusan juta, bahkan mendekati miliaran, dari hasil ektrakurikuler yaitu pengelolaan kelapa sawit yang mengelola anak-anak sekolah sendiri, dan mahasiswa  harusnya bisa lebih dari mereka, ujarnya. Anwar juga mengharapkan mahasiwa harus banyak mempromosikan Politani ke berbagai unsur supaya lebih dikenal dengan segala kelebihan dan keunggulan yang dimiliki.  Jangan lupa kalau mau berangkat  pamit kepada kedua orang tua baik yang dirumah maupun bapak/ibu dosen di kampus,mohon doa supaya selalu dalam kondisi sehat, terhindar dari covid, tetap jaga kesehatan dan patuhi protocol kesehatan, semoga Politani lebih maju ke depannya, lebih dikenal karena kalau bukan kita yang mempromosikan diri kita orang tidak akan tahu apa kelebihan yang kita miliki,  ujarnya  mengakhiri sambutannya

Kegiatan Magang Industri  ini akan dilaksanakan selama 3  bulan untuk program studi D3 dan 4 bulan untuk program studi D4, pemberangkatan  ke lokasi  dimulai pada bulan Maret  dan akan berakhir di bulan Juni  untuk prodi D3, sementara untuk yang D4 akan berakhir di Bulan Juli Tahun 2021.  Pemberangkatan Magang Industri untuk Tahun  2021 ini sama dengan tahun sebelumnya, tidak ada pengantaran mahasiswa ke lokasi oleh dosen pembimbing lapangan, kali ini mahasiswa akan berangkat sendiri tanpa didampingi, tapi  kemungkinan pada pertengahan mahasiswa magang  akan ada supervisi oleh dosen pembimbing ke lokasi untuk melihat, mengetahui dan mendapatkan informasi dari perusahaan tentang kinerja mahasiswa di lapangan, diharapkan dari kegiatan supervisi ini akan mendapatkan feed back yang baik untuk memperbaiki mutu pembelajaran di kampus. (Humas/AL)