Politani samarinda telah berhasil menggelar acara yudisium sebanyak 348 mahasiswa dari berbagai program studi yang ada.  Yudisium yang diadakan secara virtual dan offline ini dilaksanakan  secara bertahap mulai Senin hingga Jum’at  dari tanggal 19 s/d 23 Oktober 2020 di ruang rapat lantai 3 Gedung Rektorat Politani Kampus sei Keledang.
Pelaksanaan yudisium secara offline  dan bertahap ini hanya dihadiri beberapa orang saja seperti Direktur, Pudir 1,2,3, dan 4, Ketua Jurusan, Koordinator Program Studi, Wakil Dosen dan 3 mahasiswa terbaik,  sedangkan mahasiswa lainnya termasuk  dosen dan PLP hadir  secara virtual melalui aplikasi zoom meeting,   ini dilakukan sebagai upaya pengelola untuk mengurangi penyebaran Covid-19.  
Pembantu Direktur 1, Dr. Heriad Daud menyebutkan bahwa ada 8 program study yang melaksanakan yudisim untuk mahasiswanya tahun 2020 ini. 6 program studi D3,  2 prodi D4, serta 1 prodi D2 prodi diluar domisili (PDD).  Adapun program studi tersebut adalah  Pengolahan Hasil Hutan, Teknologi Hasil Perkebunan, Pengelolaan Lingkungan, Budidaya Tanaman Perkebunan, Teknologi Geomatika, TRPL (Teknik Rekayasa Perangkat Lunak), Pengelolaan Hutan, Pengelolaan Perkebunan dan Program diluar domisi Budidaya Tanaman Perkebunan.
Atas nama pimpinan Politani Samarinda mengucapkan selamat dan sukses kepada adik-adik mahasiswa yang telah sampai pada tahap ini, perjuangan untuk sampai ketahap ini tidaklah mudah dituntut kerja keras, kedisiplinan  dan kesabaran dalam menyelesaikan proses pembelajaran, dan harapannya apa yang telah diperoleh ini bisa menjadi bekal nantinya, menjadi insan yang mandiri, unggul dan berguna bagi bangsa dan negara dan yang paling utama adalah menjaga nama baik alamamater Politani, terima kasih kami sampaikan juga kepada dosen yang telah mengantarkan mahasiswanya hingga lulus dan bisa di yudisium dengan predikat sangat memuaskan dan pujian.  Ujar Hamka S.TP.,M.Sc.,MP. Direktur Politani Samarinda.   Lebih lanjut disampaikan bahwa  Yudisium yang ke XXX tahun 2020 ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kalau  sebelumnya bisa hadir secara langsung dan orang tua dari mahasiswa juga hadir namun tahun ini kami lakukan secara virtual dan bertahap selama seminggu ini  merupakan upaya pengelola untuk menekan penyebaran virus Covid 19 kami menghindari berkumpulnya banyak orang. Pungkasnya. (Humas/AL)