Politeknik Pertanian Negeri Samarinda kembali gelar WEBINAR 2 dengan tema “Potensi Budidaya dan Pengembangan Industri Produk Turunan Komoditi Kelapa pada hari Jumat  04  September 2020.  WEBINAR  kali ini menghadirkan 3 narasumber yaitu Afif Nur Wahyudi,  Rusmini SP.,MP. Dosen Program Studi Budidaya Tanaman  dan Silvia Darmans, SP.,M.Si yang merupakan PLP dari Laboratorium Pengolahan Hasil Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Samarinda. 

 

Direktur Politani Samarinda Hamka S.TP.,M.Sc.,MP. membuka Kegiatan WEBINAR ke-2 ini  pada pukul 14.00 Wita dengan menggunakan aplikasi Zoom.  Peserta yang ikut gabung dalam kegiatan ini berjumlah ±150 orang terdiri dari dosen, praktisi, peneliti, mahasiswa, petani kelapa serta masyarakat umum dari seluruh Indonesia yang tertarik dengan dunia kelapa.  Acara ini terlaksana dengan lancar berkat dukungan dan bantuan dari  host yaitu Yulianto, S.Kom.,M.MT., Dr. Andi Lisnawati SP.,M.Si  yang berperan sebagai  Moderator 

 

WEBINAR ini dilaksanakan karena banyaknya permintaan dari masyarakat untuk kembali membahas masalah perkelapaan serta olahan kelapa lebih lanjut terkhusus menjadi  VCO (virgin coconut oil), karena produknya ini dianulir bisa dijadikan obat herbal penangkal virus Corona.  Hamka  dalam sambutannya  sangat mengapresiasi  dilaksanakannya kegiatan Webinar ke-2 ini   karena memiliki tujuan yang baik dan diisi oleh narasumber yang punya kompetensi dibidangnya,  Potensi Kelapa di Indonesia sangat besar  sebagai salah satu penyumbang devisa bagi negara, salah satu produk olahan kelapa yang lagi booming saat ini adalah VCO yang sangat baik buat kesehatan karena kaya akan kandungan di dalamnya, akan membuat system imunitas kita bertambah, sehingga baik dikomsumsi apalagi pada kondisi pandemic Covid-19 ini, Pungkasnya.

 

Peserta Webinar Perkelapaan ini sangat antusias dan bersemangat untuk mendengarkan hingga akhir karena ingin menambah wawasan mereka bagaimana potensi, pemanfaatan kelapa dan proses pengolahan VCO yang lagi booming bisa sebagai anti virus dijaman pandemic covid-19 ini. (Humas/AL)