Upaya memanfaatkan lahan kosong yang tersedia merupakan peluang yang ditangkap oleh mahasiswa-mahasiswi dari program studi Budidaya Tanaman Perkebunan dengan cara mengembangkan kebun sayuran dengan system Hidroponik yang ramah lingkungan karena tanpa menggunakan pestisida, hanya menggunakan air sebagai media hidup tanaman. Uniknya bahwa kebun sayur hidroponik yang dikembangkan di kampus Politani Samarinda berada di atap gedung yang bisa dimaksimalkan untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Bercocok tanam dengan menggunakan system hidroponik ini sebenarnya sudah cukup populer. Karena hidroponik merupakan solusi menanam tanaman di area lahan yang terbatas, lebih cepat panen dan cepat penjualan hasilnya. Tanaman sayuran yang ditanam dengan system hidroponik tersebut bukan hanya sebagai sumber pangan organic namun bisa memperbaiki dan memperindah serta menambah kesejukan. Kebun yang hijau akan menciptakan suasana yang nyaman bagi mahasiswa dan dosen. Adapun jenis sayuran yang ditanam di atap gedung Politani ini cukup beragam seperti Selada air, Sawi, Pok Coy, dan Kangkung. Suburnya sayuran yang ditanam di atap gedung akan memberikan nuansa baru di kampus Politani.

Direktur Politani Samarinda Hamka S.TP.,M.Sc.,MP. sangat mengapresiasi kebun hidroponik ini, Hamka menyatakan bahwa kebun hidroponik Politani samarinda yang dikelola Budidaya Tanaman perkebunan, ini sangat menarik karena 1. Lokasi budidaya hidroponik berada di atap gedung yang tidak biasa oleh pebudidaya hidroponik, 2. Kebun hidroponik ini tentunya sangat menunjang kebutuhan sayuran dan buah dan sekaligus pemanfaatan lahan sempit. Adapun tujuan dibuat hidroponik ini nantinya akan menjadi salah satu ikon politani samarinda disamping sebagai agrowisata khususnya smart farming, diharapkan kedepannya dengan kombinasi keilmuan dari masing-masing program studi yang disatukan dalam by research dengan ditunjang teknologi Informasi akan menciptakan suatu aplikasi berbasis android yang akan digunakan oleh masyarakat, khususnya pencinta dan pembudidaya hidroponik. Inilah yang akan diupayakan Politani yaitu adanya sentuhan teknologi Informasi dan automatisasi untuk perkembangan tanaman hidroponik. Hadirnya aplikasi ini nantinya menjadi produk akhir dari sistem hidroponik selain menjual hasil langsungnya yaitu sayuran.

Menurut, Riama Rita Manulang, SP.,M.Si selaku Koordinator Program Studi BTP menjelaskan bahwa kebun hidroponik di atap gedung perkuliahan ini nantinya akan lebih dikembangkan lagi. Kedepannya akan kita usahakan untuk ditanami berbagai sayur mayur lainnya, cabe dan buah-buahan. Hasil yang diperoleh dari kebun sayur ini di pasarkan di lingkungan kampus dan juga masyarakat umum yang berada di sekitar lokasi kampus. Terangnya. (Humas/AL).