Humas Politani Samarinda menggelar  acara Pelatihan Jurnalistik dengan tema “Jurnalistik di Jaman Milenial“ di ruang rapat lantai 3 Gedung Rektorat Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, Jum’at (07/08/2020).  Kegiatan ini digelar selama sehari diikuti 20 orang mahasiswa perwakilan dari setiap program studi di lingkungan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda.

Dr. Andi Lisnawati SP.,M.Si. selaku KUPT. Humas Politani sekaligus moderator kegiatan menjelaskan acara Pelatihan Jurnalistik untuk milenial ini bertujuan memberikan edukasi kepada generasi milenial tentang dasar-dasar jurnalistik,  memperkenalkan seluk beluk dunia jurnalistik, harapannya akan ada mahasiswa yang tertarik didunia jurnalis. Dan bisa jadi bekal para mahasiswa untuk menggali bakat menulis mereka sehingga mampu menginformasikan sebuah berita atau kegiatan dalam suatu media, baik media social maupun  media lainnya, sehingga   bisa mendukung kinerja humas Politani, terangnya.

Direktur Politani Samarinda Hamka S.TP.,M.Sc.MP. dalam sambutannya mengapresiasi diadakannya kegiatan ini, beliau mengatakan bahwa  pelatihan jurnalistik  ini sangat diperlukan bagi mahasiswa dalam membuat karya ilmiah maupun artikel di media massa. Sebenarnya mahasiswa sudah terbiasa menulis dan pastinya sudah sering  menulis dan memberitakan suatu kegiatan di setiap media social mereka,  Hanya saja belum sempurna penyusunan kalimatnya sehingga yang perlu dipahami adalah caranya dan bagaimana menyajikan berita itu. Ujar Hamka.  Lebih lanjut dijelaskan bahwa menulis itu bagi seorang mahasiswa suatu keharusan karena mereka pastinya sering-sering dihadapkan akan tugas membuat makalah, laporan PKL dan TA, sehingga mahasiswa harus sering-sering mengasah diri untuk belajar menulis tentang segala hal, semoga dengan adanya kegiatan ini mahasiswa lebih termotivasi lagi untuk mengembangkan bakat menulisnya, memberitakan kegiatan-kegiatan kampus Politani.  Ucapnya.

Hadir sebagai narasumber yaitu Pembantu Direktur III Politani Samarinda,  Husmul Beze, S.Hut.,M.Si yang  juga merupakan mantan wartawan Harian Non Stop Kaltim Post serta  Dwi Restu Amrullah seorang reporter dari Kaltim Post.   Narasumber memaparkan materinya dengan menarik, sederhana sehingga mudah dipahami oleh peserta.  Menurut Husmul bahwa menulis itu sangat penting apalagi di era milenial ini,  karena bisa  menjadi alat Komunikasi yang jangkauannya sangat luas dan gratis, mampu mengkomunikasikan ide dan gagasan kita dan bisa sebagai alat untuk mendidik agar mahasiswa melek literasi.  Selain itu menulis di era saat ini dapat dijadikan  profesi seperti wartawan, penulis naskah, redaktur, youtuber dll. Ungkap Husmul.

Menurut Husmul yang merupakan mantan wartawan yang telah bergelut didunia jurnalis selama 5 tahunan bahwa berita adalah sebuah laporan tentang peristiwa/kejadian atau kegiatan yang disampaikan kepada masyarakat secara cepat, dengan menggunakan media seperti  media cetak, radio dan media online.  Menulis yang benar dan sesuai kaidah harus disajikan secara akurat, berimbang serta sesuai fakta dan data, harus banyak menggali data dan melakukan wawancara yang mendalam untuk menjawab 5 W + 1 H,  dimana 5 W adalah (what, when, where, who, why) sementara H adalah ‘how’ seorang jurnalis tidak boleh menyimpulkan sebuah berita.

Sementara itu, narasumber Dwi Restu Amrullah seorang reporter dari Kaltim Post salah satu media yang terpecaya dan media besar di Kaltim mengatakan diera milenial ini  media cetak sedikit merosot dibanding tahun-tahun sebelumnya karena semakin banyaknya  berita yang disajikan secara digital/ online, saat ini semua orang bisa jadi penulis hanya saja apakah berita yang disajikan itu benar, akurat sesuai fakta atau tidak?? Kalau media cetak pastinya disajikan secara tepat sesuai fakta, berimbang dan terpercaya. Menulis bagi Restu sapaan akrab dari reporter muda lulusan Unmul Ilmu Komunikasi ini bukan hanya menjawab 5 W +1 H tapi bagaimana menyajikan cerita dibalik berita itu, dibahas diungkapkan dengan semarik mungkin sehingga pembaca memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan tertarik untuk membaca.  Sedikit lebih beda itu lebih baik daripada sedikit lebih baik itu prinsip saya, ujar Restu.

Menumbuhkan minat menulis mahasiswa menurut restu harus selalu belajar, berlatih jangan pernah berhenti mencari ilmu, “Bisa karena Terbiasa”.  Banyak keuntungan yang didapat kalau kita bergelut didunia jurnalis yaitu teman ada dimana-mana, jaringan banyak, akses mudah, bisa ngopi bareng dengan orang-orang penting, kuncinya adalah banyak membaca dan menulis, pungkas Restu. (Humas/AL)