POLITANI Samarinda menggelar Pelatihan Teknologi Pengolahan VCO (Virgin Coconut Oil)  atau minyak Kelapa Murni dan Analisa Usaha Guna Meningkatkan Nilai Ekonomi Komoditi Kelapa, bagi Komunitas Tani Muda Santan.    Pelatihan ini  dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Program Studi Teknologi Hasil Perkebunan, Jurusan Teknologi Pertanian, kegiatan ini digelar selama sehari 14/07/2020 diikuti  10 orang peserta yang berasal dari Kelompok Tani Muda Santan Dusun Kampung Masjid, Kec. Marangkayu Kab, Kutai Kartanegara, beberapa mahasiswa yang ikut mendampingi dan juga beberapa dosen.  Kegiatan ini bertujuan  untuk melatih generasi muda yang tergabung dalam komunitas muda Santan untuk bisa mengolah Kelapa yang banyak tumbuh di daerah mereka  menjadi produk yang bernilai ekonomis  selain itu untuk mendapatkan pengetahuan tentang berbagai  manfaat kelapa.

Pelatihan ini berlangsung dengan lancar dan disambut antusias oleh peserta karena manfaat yang akan diperoleh dari pengolahan kelapa ini menjadi VCO.  Hadir pada kesempatan tersebut Sekretaris Jurusan Teknologi Pertanian Anis Syauqi S.TP.,M.Sc, Kepala Labotarorium Pengolahan Khusnul Khotimah S.TP.,M.Sc, Dr. Ahmad Zamroni, S.Hut.,MP,  KUPT Humas Politani Dr. Andi Lisnawati SP.,M.Si dan Silvia Darmans  SP.,M.Si  yang hadir sebagai narasumber.  Sedangkan dari Komunitas Tani Muda Santan hadir Taufik Iskandar selaku Ketua, dan aktifis lingkungan hidup serta tokoh Tani Muda Romiansyah Nebo, Suherman Rahman dan relawan lainnya .

Anis Syauqi selaku sekretaris jurusan dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada komunitas Tani Muda Santan yang telah memilih dan mempercayakan Pelatihan ini kepada Politani Samarinda, Anis menjelaskan tentang Politani,  Jurusan dan  Program Studi serta laboratorium yang dimiliki, salah satunya adalah Laboratorium Pengolahan Hasil Perkebunan yang telah banyak mengolah berbagai produk pertanian maupun perkebunan menjadi lebih bernilai ekonomis dan memiliki daya simpan yang lebih baik dibanding jika dikomsumsi dalam bentuk segar saja.  Produk yang dihasilkan dari laboratorium pengolahan  seperti VCO, Nata de Coco, Minyak atsiri, Sabun aromaterapi dan banyak lagi, Anis berharap komunitas ini bisa mengembangkan  VCO di desanya, karena desa Santan terkenal dengan sumber daya Kelapa yang melimpah disana. Ujarnya

Ketua komunitas Tani Muda Santan Taufik Iskandar  dalam sambutannya menjelaskan bahwa “suatu kebahagiaan tersendiri bisa hadir dan mengikuti pelatihan ini, di desa kami banyak kelapa dan hanya dijual langsung dengan harga murah, belum ada upaya mengolah lebih lanjut, sehingga ini adalah kesempatan untuk kami anak-anak muda yang tergabung dalam komunitas Tani Muda Santan untuk belajar teknologi pengolahan VCO yang nantinya akan kami kembangkan di desa.  Selain itu Taufik juga mengatakan kalau dirinya telah mencoba membuat VCO sendiri setelah mengikuti webinar yang dilaksanakan oleh Politani yang berjudul “Potensi Kelapa Di Indonesia dan Pemanfaatan Produk Virgin Coconut Oil (VCO). Lebih lanjut Taufik mengatakan bahwa proses pembuatannya tergolong mudah dan sederhana, bersyukur kami bisa difasilitasi untuk belajar di Kampus Politani Samarinda, dan hasil dari praktek ini akan kami kembangkan di tempat kami desa Santan, kata Taufik.

Selaku narasumber Silvia Darmans menjelaskan tentang proses pengolahan VCO, dalam paparannya Silvia menjelaskan bahwa pengolahan VCO bisa dilakukan oleh siapa saja, karena prosesnya mudah dan menggunakan alat sederhana yang kita miliki dirumah.  Namun meskipun prosesnya mudah tapi VCO ini memiliki manfaat yang sangat besar sekali bagi Kesehatan.  ada beberapa proses pembuatan VCO yaitu cara mekanik, enzimatis, pancingan  dll, perbedaan cara ekstraksi akan mempengaruhi mutu minyak yang dihasilkan dan daya simpannya, sehingga teknologi pengolahan VCO berpengaruh pada karakteristik VCO yang dihasilkan. ujar Silvia. Pada kegiatan pelatihan ini peserta dibagi kelompok, ada yang mengerjakan proses pengolahan dengan enzimatik, metode pancingan dan menggunakan metode mekanik, didampingi oleh tim mahasiswa THP.  Semua metode yang dilakukan tanpa ada tambahan bahan kimia sehingga VCO ini aman untuk dikonsumsi.

Ketua Jurusan Teknologi Pertanian Dr. Abdul Rasyid Zarta dalam kesempatan tersebut juga hadir disela-sela penutupan dan sempat menayangkan profil Politani Samarinda, jurusan serta program studi yang dimiliki, “ Banyak kegiatan-kegiatan ilmu yang bisa bapak/ibu dapatkan di Politani, Politani siap bersinergi dengan masyarakat santan, karena tugas kami  dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi salah satunya adalah memberikan pengabdian masyarakat dalam bentuk pelatihan-pelatihan”. Terangnya.  (Humas/AL)