Samarinda. Himpunan Mahasiswa Rekayasa Kayu dan Pengelolaan Perkebunan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (Politani Samarinda)  berhasil menggelar WEBINAR Politani dan New Normal dengan tema “Memilih Gotong Royong Sosial Mahasiswa Politani dalam Masa Pandemi Covid-19” pada hari Jum’at 10 Juli 2020.  Kegiatan WEBINAR ini menghadirkan 3 narasumber yaitu Direktur Hamka S.TP.,M.Sc.,MP.  Ketua Jurusan Teknologi Pertanian Dr. Abdul Rasyid Zarta, S.Hut.,MP. dan ibu Dr. Budi Winarni, SP.,M.Si  selaku Ketua Jurusan Manajemen Pertanian, Politeknik Pertanian Negeri Samarinda.

WEBINAR ini dimulai pada pukul 09-11.00 Wita dan dibuka oleh Direktur Politani Samarinda Hamka S.TP.,M.Sc.,MP. dengan menggunakan aplikasi Zoom meeting  Peserta yang ikut gabung dalam kegiatan ini berjumlah ±50 orang yang terdiri dari  pudir 1, 2 , 3 dan 4, staf Humas  dan mahasiswa. Berkat dukungan dari pak Yulianto dan team, acara ini terlaksana dengan lancar.

Kegiatan WEBINAR yang digagas oleh kedua HIMA ini bertjuan untuk mendapatkan masukan atau informasi dari kampus  mengenai  proses perkuliahan dimasa pandemic Covid 19 dan Langkah-langkah yang diambil pihak pengelola dalam mengantisipasi wabah Covid 19 ini.   

Direktur Politani,   Hamka dalam paparannya  bahwa Pandemi Covid 19 tentunya menjadi salah satu hal yang harus dihadapi secara bersama-sama dengan semangat gotong royong, percepatan penanganan wabah  covid diharapkan dapat mengurangi penyebarannya.  Saat ini Ditjen Pendidikan Tinggi  terus berupaya bergotong royong bersama dengan fakultas kedokteran dan Rumah sakit di Perguruan Tinggi untuk menanggulangi pandemic ini, begitupun dengan Politani Samarinda harus bergotong royong secara bersama-sama mengurangi penyebaran wabah ini,   saat ini kita harus menghadapi perubahan, Era pandemi saat ini membuat banyak perubahan yang harus disikapi, bukan hanya soal tata kelola kebijakan namun lebih penting dari itu ialah Sumber Daya Manusia (SDM) yang perlu disiapkan agar dapat beradaptasi terhadap perubahan, Setelah kurang lebih 3 bulan (Maret-Juni) bekerja, dan melakukan perkuliahan dengan system pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh yang dilakukan dari rumah atau WFH (work from home)  kegiatan pembelajaran melalui media elektronik (e-learning) sebagai upaya pencegahan terhadap perkembangan dan penyebaran pandemi Covid-19, meskipun disadari bahwa pasti ada persoalan yang muncul dengan pembelajaran online ini karena tidak semua orang memiliki akses internet yang baik.   Lebih lanjut  disampaikan bahwa meskipun masih suasana covid-19, namun karena kita kampus vokasi mau tidak mau harus  memulai aktifitas menjalankan kegiatan kampus dan memberikan pelayanan kepada mahasiswa utamanya praktek, namun  secara bertahap dilaksanakan karena menghindari mahasiswa berkumpul dan tetap dalam pengaturan dan pembatasan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. 

Dalam protokol tersebut, sebelum memulai tatanan new normal  semua ruangan dan Gedung dilakukan penyemprotan disinfektan terlebih dahulu, pegawai dan mahasiswa yang akan memasuki lingkungan kampus menjalani pemeriksaan suhu tubuh oleh satpam di pintu masuk atau gerbang utama kampus, dan diwajibkan  menggunakan masker selama di dalam kampus. Bagi pegawai, karyawan, mahasiswa, dan tamu yang memiliki suhu tubuh lebih di atas  37,50C tidak diperkenankan masuk kampus dan atau berkegiatan di kampus dan diminta melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan, dan jika dalam kondisi tidak fit/sakit misalnya: flu, pilek, batuk, demam seperti gejala covid 19 dilarang untuk datang/hadir di kampus. Hamka berharap, penerapan new normal di Politani Samarinda dapat berjalan sesuai dengan protokol, dan seluruh pegawai serta mahasiswa dapat mematuhi setiap protokol new normal dengan baik yang ditetapkan Kemendikbud. Sementara  itu Budi Winarni  selaku Ketua Jurusan Manajemen Pertanian dalam pemaparannya menjelaskan tentang “Kuliah Online” yaitu proses perkuliahan dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, dalam hal ini internet, seperti menggunakan aplikasi zoom, google class room, WhatsApp dll. kuliah online yang merupakan pembelajaran jarak jauh (PJJ)  selama pandemic covid-19 menjadi pengalaman baru sebab selama ini kuliah dilaksanakan dengan tatap muka (luring). Sistem kuliah seperti ini pastinya memiliki kelebihan dan  kekurangan, Adapun kelebihannya yaitu 1). Mahasiswa lebih aktif mencari materi dan keterampilan,  2) Waktu lebih singkat, 3) Mahasiswa dapat merekam pembelajaran, 4) Kelas dapat berlangsung sesuai Rencana Pembelajaran Semester (RPS), 5) Tempat pelaksanaan kelas yang fleksibel.  Sementara kekurangan KULON ini adalah 1) Tidak semua matakuliah bisa online, 2) Tergantung jaringan, 3) sangat tergantung kedisiplinan mahasiswa.  Beragam pendapat tentang adanya kuliah online ini baik dari dosen maupun mahasiswa, banyak yang mengatakan efektif dan ada juga yang mengatakan tidak efektif.  Efektif atau tidaknya  kembali ke dosen dan mahasiswa yang menjalaninya karena sumber belajar mahasiswa sangat banyak, diantaranya buku, jurnal dan sumber bacaan lainnya, jadi walaupun menggunakan media online, maka tidak mengurangi esensi belajar mahasiswa mahasiswa,   sementara itu pendapat mahasiswa yang dilansir dari beberapa media bahwa 80 % menyatakan lebih memilih kuliah tatap muka, karena menilai perkuliahan online tidak efektif. mahasiswa mengeluhkan fasilitas untuk pembelajaran online yang tidak memadai. Ujarnya. Ketua Jurusan Teknologi Pertanian Dr. Abdul Rasyid Zarta, S.Hut.,MP. sebagai narasumber ketiga mengangkat materi “Penguatan Pendidikan Karakter” bahwa  Karakter mengacu pada kualitas individu dan karakteristik yang membedakannya dengan orang lain, namun jika  jati diri  berinteraksi dengan lingkungan akan  membentuk karakter dan karakter inilah yang akan mempengaruhi perilaku seseorang. Lanjut dijelaskan bahwa Filosofi Pendidikan karakter  menurut Ki Hajar Dewantara terbagi menjadi 4 yaitu,: Olah hati (Etika), Olah raga (Kinestetika), Olah pikir (Literasi), dan Olah karsa (Estetika), kemudian filosofi ini tertuang dalam kehidupan sehari-hari yang menjadi nilai-nilai karakter seseorang seperti religius, jujur, disiplin, kreatif, peduli lingkungan, punya tanggung jawab dll., sehingga akan terbentuk kristalisasi nilai-nilai  yang menjadi nilai utama yaitu religius, nasionalis, mandiri,gotong royong dan integritas. Inilah point yang kita terapkan atau terintegrasi dalam  kegiatan belajar mengajar (KBM), dalam kegiatan ekstrakurikuler maupun kegiatan keseharian di rumah dan masyarakat, mari bersama-sama bergotong-royong membangun kampus tercinta Politani Samarinda, pungkasnya.  (Humas/AL)