Mahasiswa Politani Samarinda kembali memberikan kebanggaan bagi kampus Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, pasalnya kali ini mahasiswa yang tergabung dalam prodi TRPL (Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak) yang sedang PKL di Britech yang merupakan perusahaan software house di Samarinda telah membuat sebuah Aplikasi yang sangat aplikatif dan bermanfaat di masa pandemic Covid-19 ini. Bekerjasama dengan Dinas kominfo Samarinda, mahasiswa Politani yang terdiri dari : Aco Wahyudi, Ilham Ilyas, M.Rizki Hadi Nugroho, Riza Al Muttaqin, Marlisa, Rizma, Muh, Aditya Ramadhan, Andi Dian Alfian dan Monica yang dimentori oleh Bapak Eko Junirianto dan team, mencoba membuat program yang bisa membantu para pelaku usaha yang terdampak pandemic wabah covid 19.

Seperti yang kita ketahui bahwa pada Bulan Ramadhan suasana yang paling ditunggu-tunggu oleh warga Samarinda adalah ngabuburit, menunggu waktu buka dengan berbelanja aneka makanan dan minuman, dimana tahun-tahun sebelumnya Pasar Ramadhan ada, namun Bulan Ramadhan tahun ini dikarenakan  adanya wabah virus corona Covid-19, maka pemerintah kota Samarinda meniadakan Pasar Ramadhan, pemerintah menghimbau untuk tidak melakukan aktifitas di luar tapi tetap dirumah, sehingga membuat para pelaku usaha atau UMKM ini ikut terimbas sehingga mereka tidak bisa berjualan seperti tahun sebelumnya, dengan melihat situasi dan kondisi tersebut mahasiswa TRPL Politani Samarinda dengan dinas Kominfo membuat Aplikasi belanja online, sebagai solusi dimana orang dapat berbelanja makanan dan minuman tanpa harus ke luar rumah, bukan itu saja namun masyarakat juga bisa berbelanja produk local khas Samarinda lainnya.

Awalnya menurut Eko selaku pembimbing PKL bahwa ide dan pemikiran awal sebenarnya dari bapak Walikota Samarinda, Syaharie Jaang yang terinspirasi dari kunjungan ke Yogyakarta dimana disana ada program Gandeng Gendong, program ini bisa mengatasi masalah sekaligus memberikan layanan untuk masyarakat yaitu bisa mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  Sehingga beliau berharap di Samarinda juga bisa ada program seperti itu, tandas Eko.  Lebih lanjut bahwa Aplikasi yang diberi nama  BEHAMBINAN ini berasal dari  Bahasa Banjar yang berarti saling menggendong atau merangkul untuk saling menghidupi.  Aplikasi Behambinan diharapkan  sebagai pusat perbelanjaan sekaligus pengganti pasar Ramadhan yang berusaha merangkul UMKM local yang ada di Samarinda.  Aplikasi ini diluncurkan untuk membantu para pelaku usaha tetap bisa berjualan meskipun dimasa pandemic ini sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Pungkasnya. 

Behambinan sebagai aplikasi belanja online merupakan program yang sangat baik dan dirasa sangat membantu dimasa covid 19, dimana masa-masa ini sangat susah, Dampak Virus Corona atau Covid-19 berimbas pada semua sektor terutama ekonomi. Perekonomian jadi menurun karena perputaran ekonomi terhambat, semua orang bekerja dari rumah, aktifitas kantor, usaha, sekolah diliburkan sehingga sangat menyulitkan dengan hadirnya Behambinan sebagai belanja online diharapkan kembali bisa  memberdayakan dan membantu masyarakat untuk tetap berjualan melalui online dengan proses yang  sangat mudah,  tahap pertama registrasi dan login. Jika belum memiliki akun, kita dapat masuk ke menu registrasi. Cara pendaftarannya sangat mudah dan tidak begitu banyak yang perlu diisi. kemudian, kita akan mendapatkan sebuah kode verifikasi melalui SMS. Setelah masuk, akan disuguhi berbagai macam menu dan pilihan makanan. Semuanya dilakukan melalui penggunan smartphone android,  sehingga dengan hadirnya aplikasi ini harapannya roda perekonomian kembali berputar. (Humas/AL)