Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Covid-19 pada Satuan Pendidikan sebagai antisipasi terhadap penyebaran virus Corona di berbagai sekolah maupun perguruan tinggi, dan juga memperhatikan Surat Keputusan Gubernur  Kalimantan Timur  No: 360/K/246/2020 tentang Penetapan Status Kejadian Luar Biasa dengan Status Keadaan Tertentu  Darurat Bencana Penyakit Akibat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kalimantan Timur, menindaklanjuti anjuran Pemerintah tersebut serta merujuk pada Surat Edaran Direktur Nomor 229/PL21/KP/2020 tentang Lockdown Untuk Pencegahan Penyebaran Infeksi Virus Corona (Covid-19) Di Politeknik Pertanian Negeri Samarinda,  maka  pelaksanaan kegiatan akademik dalam masa darurat penyebaran Covid 19 di Kampus Politani Samarinda  meniadakan kegiatan pembelajaran tatap muka dan menggantinya dengan bekerja dari rumah (WFH) dan belajar dari rumah (LFH) melalui pembelajaran daring dengan berbagai macam media.

Hal ini dilakukan guna mencegah dan menghindari penyebaran virus Corona Covid-19 yang tengah merebak dibeberapa negara termasuk  di Indonesia.  Bekerja dari rumah (WFH) dan Belajar dari rumah (LFH), tidak berkumpul dan menjaga jarak  dianggap cara yang terbaik untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini.

Melalui pembelajaran daring mahasiswa dapat belajar seperti biasanya dan tidak akan ketinggalan materi perkuliahan, serta waktu yang lebih fleksibel.  Namun pembelajaran daring ini tidak sepenuhnya disambut baik oleh para mahasiswa, karena ada sebagian mahasiswa yang menganggap pembelajaran daring ini lebih menyulitkan dibandingkan dengan pembelajaran biasa, belum lagi kuota internet harus tersedia dan ini adalah kesulitan terbesar yang dialami mahasiswa, kendala pada jaringan, ketersediaan perangkat pembelajaran seperti  laptop, tingkat pemahaman materi yang dirasa lebih baik jika melakukan kuliah tatap muka, dan juga tidak semua dosen dan mahasiswa siap mengoperasikan sistem pembelajaran daring dengan cepat, termasuk juga mempersiapkan bahan perkuliahan secara digital. 

Dr. Heriad Daud Salusu S.Hut.,MP. selaku pembantu Direktur I bidang Akademik  menjelaskan bahwa Kuliah daring di masa pandemi Covid-19 ini adalah cara yang dianggap paling tepat untuk melaksanakan proses pembelajaran bagi mahasiswa,  Kegiatan perkuliahan daring bisa  dilakukan melalui berbagai aplikasi pembelajaran seperti WA Group, Google Classroom, Zoom, Google Meet dll, walaupun disadari bahwa hasil yang dicapai tidak akan semaksimal jika prosesnya dilakukan secara tatap muka di dalam kampus, olehnya itu perlu adanya controling oleh program studi melalui mekanisme pedoman pembelajaran daring yang telah dikeluarkan oleh Politani Samarinda dan  diharapkan dapat berjalan dengan baik ungkapnya. Lebih lanjut dijelaskan bahwa  Politani berencana untuk melaksanakan pembelajaran daring ini sampai bulan Mei dan selanjutnya untuk kegiatan praktikum akan dilaksanakan pada bulan Juni dan Juli sedangkan ujian akhir semester yang pastinya juga akan mundur yang akan diselenggarakan pada awal bulan Agustus dengan harapan bahwa musibah ini akan segera berakhir sehingga politani bisa melaksanakan proses perkuliahan kembali dengan normal.

Direktur Politani Samarinda, Hamka S.TP.,MP.,M.Sc. menjelaskan bahwa berbagai upaya dilakukan untuk mengantisipasi keadaan ini,  seperti  dikeluarkan kebijakan belajar dan bekerja dari rumah (WFH), Kuliah daring sebagai  salah  satu solusi pembelajaran dimasa covid ini merebak, kuliah daring memberikan pembelajaran jarak jauh dimana bahan kuliah yang diberikan melalui  perangkat teknologi tentu akan memudahkan bagi mahasiwa untuk tetap mendapatkan perkuliahan tanpa tatap muka, lebih lanjut Hamka kembali mengatakan Pilihan ini harus diambil untuk melakukan tindakan pencegahan dan mitigasi yang efektif atas wabah yang kini telah menjadi pandemi global,  di antara kebijakan yang diambil ialah menonaktifkan kegiatan perkuliahan di lingkungan kampus serta melakukan karantina mandiri mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan, karyawan lainnya dan  termasuk tidak melakukan pertemuan tetapi melakukan perkuliahan dan bimbingan secara daring, meskipun pembelajaran daring ini hanya memberikan kemampuan teoritis, sehingga bagi politeknik sendiri masih dirasa jauh untuk mendapatkan skill atau kompetensi yang harus didapat jika praktek dengan model tatap muka. Dijaman pandemik covid 19 ini kualitas pembelajaran di seluruh perguruan tinggi tentunya menurun termasuk politani, karena mestinya  pembelajaran secara normal teori dan praktek harus sejalan dalam artian  dilaksanakan pembejaran teori dan langsung praktek, namun walaupun begitu setidaknya proses daring ini membantu terlaksananya perkuliahan atau proses belajar mengajar di politani pungkasnya.  (Humas/AL).