Merebaknya wabah virus Corona Covid-19 di berbagai negara termasuk Indonesia membuat seluruh masyarakat gelisah dan panik serta extra waspada, sehingga orang berlomba-lomba untuk mengantisipasi keadaan ini, berbagai cara dilakukan untuk mencegah penularan virus ini, menyerbu apotik dan klinik kesehatan untuk membeli  masker ataupun hand sanitizer.

Sulitnya mendapatkan hand sanitizer di pasaran membuat kelimpungan sejumlah warga untuk memperoleh zat pencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 ini, belum lagi harganya yang sudah melambung tinggi.  Dari situasi yang membuat khawatir masyarakat tentang wabah ini dan upaya pencegahan penyebarannya,   mendorong dua laboratorium yang ada di Politeknik Pertanian Negeri (Politani)  Samarinda, yaitu Lab Kimia Analitik dan Lab SKAP, Jurusan Teknologi Pertanian memproduksi Hand Sanitizer sendiri, ini adalah sebuah terobosan untuk membantu kelangkaan produk Hand Sanitizer dipasaran dan paling tidak membantu kalangan civitas akademika untuk mendapatkan antiseptic agar terhindar dari virus Corona atau bakteri lainnya.  

Pembuatan produk Hand Sanitizer ini sangat mudah dan simple.  Bahan-bahan yang dibutuhkan mudah didapatkan, seperti Alkohol, gliserol, hydrogen peroksida, Aquadest, dan boleh ditambah dengan esensial oil, tapi saat ini juga sudah semakin langka karena banyak masyarakat yang berusaha membuat,   Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Laboratorium Kimia Analitik Politani Samarinda Dr. Ahmad Zamroni S.Hut.,M.P.  saat ditemui dalam proses pembuatan hand sanitizer ini di kampus Politani Samarinda, Selasa (17/03/2020). Yang terpenting dalam pembuatan hand sanitizer ini adalah Alkohol, alkohol inilah yang akan mematikan kuman terkhusus dari virus COVID-19.  Alkohol yang digunakan berkadar 96%, tapi harus diencerkan dulu ujar Zamroni.

Sejalan dengan apa yang dilakukan di Lab. Kimia Analitik, Lab SKAP juga melakukan hal yang sama memproduksi Hand Sanitizer untuk mengatasi kelangkaan akan produk antiseptic ini, serta membantu warga kampus mendapatkan perlindungan dari penyebaran virus Covid-19.  Farida Ariyani S.Hut.,MP seorang dosen di Politani Samarinda yang dari dulu berkecimpung dalam dunia lab. Kimia.  Mengatakan bahwa sebenarnya semua orang mampu membuat produk hand sanitizer ini, karena bahan yang diperlukan mudah ditemukan dan simple pembuatannya.  Farida Ariyani  menyatakan bahwa hand sanitizer yang diproduksinya itu tidak diperjualbelikan dan hanya diperuntukkan untuk kebutuhan  kampus.  Tapi jika permintaan banyak, maka kedua lab ini siap memproduksi dalam jumlah yang besar untuk memenuhi permintaan pasar, ungkapnya.

Lebih lanjut menurut Farida Ariyani bahwa proses pembuatannya dan bahan yang digunakan  sesuai dengan standar BPPOM, penambahan berbagai aroma dari esensial oil merupakan upaya mengurangi bau dari alcohol, bisa dijadikan pelembut dan relaksasi.  Sedangkan penambahan gliserol membantu melembabkan kulit dan bisa melindungi dari iritasi.  Mudah-mudahan pembuatan Hand Sanitizer yang dilakukan bisa membantu mengurangi  atau mencegah penyebaran Virus Corona Covid-19 di Internal kampus.  (Humas/AL)