Direktur Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Samarinda menandatangani naskah MoU  dengan Pondok Pesantren Shuffah Al-Fatah Samarinda, dalam bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Senin 16 Maret 2020 di ruang rapat  Lt.3 Gedung Rektorat Politani Samarinda Jln. Samratulangi Sei Keledang,  Samarinda.

MoU ini ditandatangani oleh Direktur Politani Samarinda Hamka S.TP.,MP.,M.Sc.  dengan Ust. H. Ahmad Zubaidi, BA. S.Pd. selaku Pembina Pondok Pesantren Al-Fatah, yang disaksikan oleh Pembina Utama Pondok Pesantren Imamul Muslimin KH. Yakhsyallah Mansur MA., serta pihak Pengelola Politani Samarinda yaitu Eva Nurmarini S.Hut.,MP (Pudir II),  Husmul Beze S.Hut.,M.Si, (Pudir III) Yulianto S.Kom.,M.MT (Pudir IV),  KUPT Humas Dr. Andi Lisnawati SP.,M.Si, Staf Humas Politani serta pengurus Pondok Pesantren Shuffah Hisbullah Al-Fatah.

Dalam sambutannya Direktur Politani Samarinda Hamka S.TP.,MP.,M.Sc. sangat menyambut baik kerjasama ini sebagai  upaya menjalin silaturahim antara ponpes Al-Fatah, memberikan kesempatan kepada anak didik dari Ponpes untuk melanjutkan kuliah ke Perguruan Tinggi sehingga mereka bisa mendapatkan pengetahuan umum dan keterampilan  lainnya, sebagai bekal kelak dikemudian hari. Pondok Pesantren  sebagai lembaga pendidikan formal yang keberadaannya menjadi bagian yang strategis dalam konteks menyiapkan generasi bangsa yang beriman, berakhlak mulia, dan diharapkan akan bersinergi, harus saling mendukung keberlangsungan kegiatan pendidikan dalam rangka mencerdaskan generasi bangsa melalui upaya memadukan ilmu agama dan ilmu umum sehingga akan melahirkan generasi muda yang lebih kompeten di kampus Politani Samarinda. Pangkasnya.

Sementara itu H. Ahmad Zubaidi selaku Pembina ponpes Al-Fatah juga menyambut baik kerjasama ini dan akan terus  mensosialisasikan ke cabang ponpes Al-Fatah lainnya tentang Hasil MoU ini, Beliau menyatakan bahwa Ilmu agama dan ilmu umum  harus lebih dikuasai oleh para santri bukan hanya ilmu agama saja yang penting tapi bagaimana ilmu alam juga dipadukan agar santri bisa menjadi agen perubahan dalam masyarakat.

Pada kesempatan tersebut juga hadir Pembina Utama Pondok Pesantren Shuffah Hisbullah Al-Fatah Imaamul Muslimin KH. Yakhsyallah Mansur, MA. yang sengaja hadir jauh-jauh dari Lampung untuk ikut menyaksikan penandatanganan MoU ini, Dalam tausiyahnya, beliau berharap agar para santri selepas kelulusan di pesantren bisa melanjutkan Pendidikan di perguruan tinggi seperti Politani Samarinda dan mampu mengembangkan ilmu  yang didapat agar bisa bermanfaat ditengah-tengah masyarakat, dimana ilmu yang bermanfaat itu dicirikan oleh tiga hal yaitu dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT, ilmu itu bisa diamalkan, dan ilmu itu mampu memecahkan permasalahan yang ada, ujarnya.  Lebih lanjut dijelaskan bahwa  ilmu itu luas, banyak ilmu yang bisa didapatkan dari perguruan tinggi contohnya budidaya tanaman, pengolahan,  yang tidak didapatkan di pondok pesantren yang bisa menambah khasanah keilmuan, beliau mencontohkan bahwa Wali Songo bukan hanya dibekali ilmu agama saja tapi juga dibekali ilmu lain dari vokasi karena mereka paham akan irigasi, ahli bangunan, ahli pertanian.  Semoga ilmu yang didapat santri nantinya di Politani adalah ilmu yang bermanfaat. 

Point inti dari Kegiatan penandatanganan MoU ini adalah diharapkan santri lulusan pondok pesantren Shuffah Hisbullah Al-Fatah yang lolos seleksi dapat kuliah di Kampus Politani Samarinda  dan bisa mendapatkan bantuan bea siswa yang disediakan oleh pemerintah.  (Humas/Al)