Untuk menambah pengetahuan dan memperluas wawasan mahasiswa mengenai bagaimana cara membangun sebuah usaha dan menjadi wirausaha muda, mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Rekayasa Kayu  menggagas seminar Kewirausahaan dengan tema “ Menuju Mahasiswa Mandiri dan Sukses Menjadi Wirausaha Muda, kegiatan ini digelar pada Rabu (12/02/2020) bertempat di Gedung Ruang Kuliah Umum (RKU) Politeknik Pertanian Negeri Samarinda.

Seminar ini dihadiri kurang lebih 70 orang yang terdiri dari  mahasiswa perwakilan masing-masing program studi, Pembantu Direktur III bidang Kemahasiswaan,  Koordinator Program Studi, Ketua Jurusan, Pembina Hima  dan beberapa dosen di lingkungan Politani Samarinda.   Seminar ini merupakan suatu kegiatan yang edukatif dan wahana untuk menambah wawasan mahasiswa/I berwirausaha, bagaimana tata cara berwirausaha, apa yang harus dilakukan ketika membuka usaha dan bagaimana upaya pengembangannya supaya lebih dikenal masyarakatdi Indonesia.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Pembina HIMA Rekayasa Kayu yakni Bapak Ir. Syafi’i dan dilanjutkan sambutan oleh Koordinator Program Studi Rekayasa Kayu (RK) Ir. Iskandar M.P.  dan terakhir sambutan dari bapak Pembantu Direktur III bidang Kemahasiswaan Husmul Beze S.Hut.,MP.  sekaligus membuka acara Seminar Kewirausahaan tersebut. Pada kesempatan tersebut Husmul menyampaikan bahwa paradigma Pendidikan Perguruan Tinggi  saat ini sudah berubah,  jika dulu perguruan tinggi isunya adalah sebagai agent of cultural atau  agen perubahan social, namun saat ini isu perguruan tinggi  harus  berperan sebagai agent of economic disamping agent of education, artinya    sivitas  akademika  perguruan tinggi di Indonesia khususnya mahasiswa-mahasiswa sebagai generasi muda pelanjut pembangunan  bisa membangun dan mengembangkan system perekonomian di daerah khususnya dan Indonesia pada umumnya,   mahasiswa harus banyak belajar dari narasumber karena narasumber kali ini luar biasa 4 tahun selesai kuliah bisa membuka usaha dan mengembangkan usaha lebih maju sehingga menjadi salah satu wirausaha muda nasional, ujarnya. Lebih lanjut disampaikan bahwa seorang pengusaha itu adalah orang yang mau bekerja keras atau berusaha yang orang lain tidak kerjakan. Indonesia membutuhkan kurang lebih 2 juta  wirausaha yang bisa menopang pembangunan ekonomi Indonesia, namun saat ini masih sedikit belum setengahnya, pangkasnya.

Hadir sebagai Narasumber tunggal yaitu oleh Muhammad Rahman Firdaus (BBenk) menjadi moment yang ditunggu seluruh peserta. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, interaktif, unik.  pemateri yang merupakan founding dan owner dari BBenk Store,  yang saat ini membuka cabang baru di Samarinda.  Anak Bangsa ini menyampaikan bagaimana langkah-langkah dalam membangun sebuah usaha. 

Muhammad Rahman Firdaus (BBenk) Alumni dari Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, yang lulus tahun 2015  dengan 21 tahun, selepas menamatkan Pendidikan di PPNS, BBenk mulai mencoba membuka usaha kecil-kecilan berbekal kemampuan pandai bercuap-cuap atau pandai berbicara dan teman yang banyak (jaringan luas) merupakan modal utama menuju kesuksesan, ujarnya. Namun perjalanan menuju kesuksesan tersebut banyak kendala banyak hambatan yang dilalui, jatuh bangun sampai pernah tertipu milyaran juga pernah dihadapi,  tapi tidak menyurutkan semangat untuk terus maju, terus berusaha dan bangkit belajar dari kegagalan yang dihadapi.

Membawakan materi dengan gaya unik,  santai,  asyik  sangat pas untuk membangun dan menginspirasi mahasiswa.  Pesan yang disampaikan adalah  Berani mencoba, lakukan apa yang disenangi karena yang disenangi akan dilakukan atau dikerjakan dengan sungguh-sungguh.  “ Allah memberikan kekayaan dan Kecukupan bukan Kemiskinan, hanya manusia saja yang tidak mau berusaha, dengan berwirausaha kita dapat memberi manfaat untuk banyak orang, tandasnya.

Saat ini memang diakui bahwa untuk membangun perekonomian negara kita, maka sangat dibutuhkan banyak usahawan-usahawan muda yang inovatif, kreatif dan punya semangat pantang menyerah, kebanyakan generasi muda atau pemuda-pemudi saat ini menginginkan mendapatkan uang dalam waktu yang relative cepat yang penting dapat pekerjaan dan dapat uang, tanpa mau menggali potensi yang ada pada diri dengan jalan menciptakan usaha yang baru yang bisa memberikan manfaat bukan hanya diri sendiri namun mempunyai nilai lebih bagi orang lain atau masyarakat luas.  (Humas/AL).