Politani Samarinda kembali menggelar kegiatan pengabdian pada masyarakat, kali ini program studi yang melaksanakan kegiatan tersebut adalah PS  Teknologi Hasil Perkebunan (THP)  Jurusan Teknologi Pertanian.  Kehadiran kampus di wilayah pedesaan diharapkan  ada tambahan dan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat di Desa Bhuana Jaya,  Untuk itu pada tanggal Tanggal 02 November 2019 bertempat di Gedung Kesenian Sasono Budaya  Desa Bhuana Jaya Kecamatan Tenggarong seberang Kabupaten Kutai Kertanegara diadakan “Pelatihan Pembuatan Abon Cabe, VCO dan Aspek Bisnis Serta Prosedur Perizinan Industri” kegiatan pelatihan ini sebagai wujud kerjasama dalam bidang pengembangan Desa dan pengembangan SDM yang ada pada Desa Bhuana jaya.  Hadir sebagai narasumber adalah Bapak Muh Yamin S.TP.,M.Si,  dan Ibu Dr. Andi Lisnawati SP.,M.Si.   Dalam acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Desa yaitu Bapak Suwondo SE, Sekretaris Desa, Tokoh Mayarakat, ibu-ibu rumah tangga, Staf Dosen  PLP, administrasi Program Studi THP Politani Samarinda.  Diharapkan dengan adanya hubungan kerjasama dosen, PLP dari perguruan tinggi Politeknik Pertanian Negeri Samarinda dapat memberi pendampingan kepada masyarakat di pedesaan, sehingga bermanfaat bagi pengembangan Desa Bhuana Jaya dan tentunya bagi Politani Samarinda.

 

Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu kewajiban dosen untuk berkontribusi dalam pembangunan yang merupakan salah satu elemen dari  Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat.   Selain itu, masyarakat juga akan mendapatkan bekal untuk menyelesaikan permasalahan dan menjawab tantangan dalam kehidupannya.  Seperti pengabdian tentang “Pelatihan Pembuatan Abon Cabe dan VCO serta dari Aspek Bisnis dan Prosedur Perizinan” yang digagas oleh Program Studi Teknologi Hasil Perkebunan (THP) di Desa Bhuana Jaya, Kec. Tenggarong Seberang, Kutai Kertanegara yang merupakan desa binaan Politani,  

 

Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan pembuatan abon cabe dan vco yang nantinya bisa diaplikasikan sebagai peluang untuk berwirausaha, Menurut  Muh. Yamin bahwa Pengolahan Cabe menjadi Abon cabe mudah dan sederhana, dan bisa dikembangkan sebagai usaha rumahan yang menjanjikan begitupun VCO bisa dibuat dengan mudah dan alatnya juga sederhana, memang banyak olahan Abon Cabe di pasaran tapi dengan memberikan sentuhan dan rasa yang berbeda lain dari pada yang lain, maka kita bisa bersaing dengan pesaing-pesaing yang sudah ada. Sedangkan Narasumber kedua ibu Andi Lisnawati memaparkan dari aspek bisnisnya, termasuk hal-hal yang harus dipertimbangkan dan dipersiapkan untuk memulai usaha agar tidak mengalami kerugian.   Banyak hal yang harus dipertimbangkan dan dipersiapkan untuk memulai suatu usaha, membuka usaha tidak semudah yang kita bayangkan, tidak semudah membalikkan telapak tangan kita tapi perlu pemikiran yang benar-benar matang dan perencanaan yang baik, perlu kepercayaan diri  dan keberanian diri  karena menyangkut resiko.  Ujar Andi Lisnawati.  Lebih lanjut lagi dijelaskan bahwa  untuk menghilangkan ketakutan dalam memulai bisnis, seseorang bisa membuat persiapan bisnis yang matang sehingga dapat menjalaninya dengan baik kedepannya.  Memulai bisnis atau membangun bisnis sendiri memang memerlukan persiapan yang benar-benar matang dan penuh pertimbangan atau dibutuhkan beberapa modal penting dalam membangun bisnis  seperti : ide usaha/konsep produk, semangat dan kerja keras, modal, percaya diri dan kemampuan beradaptasi, focus,  perencanaan dll.  Begitupun desain konsep bisnis produk makanan harus semenarik mungkin sebagai cara menarik daya minat pembeli.  Namun yang paling penting adalah bagaimana “strategi pemasaran”. Yang dibuat untuk produk yang dihasilkan.   Strategi pemasaran merupakan kegiatan untuk memperkenalkan kepada masyarakat agar produk yang di jual bisa dikenal, karena  tanpa adanya pengenalan, maka mustahil seseorang bisa memiliki minat untuk membeli.

 

Lebih lanjut juga dipaparkan tentang pentingnya produk yang kita jual dilengkapi dengan No P-IRT, Izin P-IRT atau Izin Pangan Industri Rumah Tangga merupakan regulasi yang mengatur keamanan produk pangan dari bahan baku, proses pengolahan, hingga produk akhir, sehingga produk tersebut mendapat sertifikat layak komsumsi, konsumen merasa aman atau terjamin keamanannya karena telah melalui beberapa tahap uji dan seleksi.  Banyak manfaat yang didapat jika usaha kita dilengkapi dengan P-IRT yaitu  produk sudah layak beredar, produk bebas dipasarkan secara luas, keamanan dan mutu produk terjamin, kepercayaan pembeli meningkat, produk bisa masuk ritel besar. Sehingga sangat penting produk yang dihasilkan jika mau dipasarkan harus dilengkapi dengan izin P-IRT. (Humas/AL).