Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (POLITANI) menggelar upacara memperingati Hari Kesaktian  Pancasila  Tahun 2019,  di Halaman Kantor  Direktorat Politani Selasa  (1/10/2019). Upacara ini diikuti oleh Para Pembantu Direktur, Ketua Jurusan, Koordinator Program Studi,  Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan.  Kegiatan upacara ini merupakan tindak lanjut dan implementasi dari Surat Edaran Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), dalam rangka memperingati dan menghormati Hari Kesaktian Pancasila, serta mengenang sejarah perjuangan Bangsa.

Upacara dipimpin langsung oleh Direktur POLITANI Hamka S.TP.,M.Sc.,M.P. selaku pembina upacara Hari lahir Pancasila, menyampaikan bahwa Peringatan Hari Kesaktian Pancasila adalah wujud kita mengenang jasa para pahlawan revolusi dan juga sebagai momen untuk memperkuat kesatuan bangsa Indonesia. Tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila. 54 tahun yang lalu, pecah Gerakan 30 September (G30S) yang menewaskan beberapa perwira Angkatan Darat, mereka lantas ditetapkan sebagai pahlawan revolusi.  

Selain mengucapkan Pancasila yang dipimpin oleh Direktur Politani Hamka, S.TP.,M.Sc.,MP selaku Pembina Upacara, pada kegiatan ini juga dilakukan pembacaan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945, serta pembacaan Ikrar untuk membulatkan tekad tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan serta dengan semangat kebersamaan yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur Ideologi Pancasila, Bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Walau sempat gerimis, upacara Hari Kesaktian Pancasila 1 oktober 2019 dapat terlaksana dengan khidmat, Pada kesempatan ini juga diserahkan sertifikat kepada peserta yang telah lulus mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Asesor Kompetensi yang diadakan oleh Politani bekerjasama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dengan hadirnya Asesor baru ini, dengan kompetensi dan kewenangan yang dimilikinya dapat merekomendasikan keputusan apakah seseorang sudah kompeten atau belum kompeten terhadap unit standar kompetensi yang dinilai. Asesor tidak hanya dituntut untuk mampu menilai kompetensi seseorang, tetapi harus mampu membimbing dan mengarahkan peserta uji untuk dapat menampilkan seluruh kemampuan terbaik yang dimilikinya dalam memenuhi bukti-bukti yang dipersyaratkan pada satu atau sekelompok unit kompetensi tertentu. 

Semoga Pancasila dapat menjadi dasar penguatan karakter bangsa menuju Indonesia maju dan bahagia. (Humas/AL)