• Eka Novia Sari & Uswatun Hasanah (baju biru) tengah berpose saat menerima piala di Lomba PCTA Kaltim 2019

Mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Samarinda ukir prestasi lagi. Kali ini di ajang Lomba Parade Cinta Tanah Air (PCTA) Tingkat Perguruan Tinggi Kalimantan Timur. Tim Politani Samarinda yang digawangi oleh Eka Novia Sari dan Uswatun Hasanah ini membawakan inovasi tumbuhan hutan yang berguna sebagai anti kanker, obat awet muda, pencegah penyakit kulit dan beberapa lainnya. Masyarakat Sebulu Kutai Kartanegara menyebut tumbuhan hutan itu adalah  Nek Kara. Atau bahasa latinnya Dillenia Excelsa (Jack) Martelli Ex. Gilg. Memiliki kandungan anti oksidan yang sangat tinggi, Nek Kara sangat cocok sebagai pencegah kanker ataupun pencegah penuaan. Di masyarakat Dayak Kutai Kartanegara, tumbuhan obat ini digunakan untuk obat penyakit gula atau Diabetes Melitus. 

Dalam risetnya, Eka dan Uswatun serta Pembimbingnya, Dr Abdul Rasyid Zarta mengolah daun tumbuhan hutan belum dikenal ini menjadi teh. Alasan pemilihan kemasan teh celup sebagai inovasi dalam penelitiannya adalah karena bentuk teh sangat praktis digunakan oleh masyarakat. “Sehingga masyarakat bisa mengkonsumsinya setiap hari sebagai minuman biasa” tegas Eka saat menjawab pertanyaan juri Lomba PCTA Kamis (25/7). 

Eka juga menyampaikan bahwa Daun Nek Kara dipilihnya sebagai objek penelitian karena tumbuhan hutan ini sangat banyak tumbuh di Bumi Kalimantan. Sangat mudah dijumpai di hutan sekunder muda sekalipun. Namun belum dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat. “Tumbuhan ini khasiatnya luar biasa, tapi belum dimanfaatkan masyarakat banyak. Maka itu ingin memperkenalkannya” papar mahasiswa lulusan pesantren ini.

Dosen Pembimbing Tim Inovasi Politani Samarinda Dr Abdul Rasyid Zarta menyatakan syukur atas prestasi yang diraih mahasiswa bimbingannya. Keikutsertaan Tim Politani Samarinda ini ujarnya merupakan salah satu upaya untuk memperkenalkan hasil-hasil penelitian yang dilakukan dosen-dosen di Politani Samarinda. Sebab selama ini sudah banyak penelitian yang telah dilakukan. Namun belum dijadikan sebagai produk yang bisa diindustrialisasikan dan diproduksi secara massal. Salah satu sebabnya adalah belum diketahuinya temuaan-temuan penelitian oleh perguruan tinggi oleh masyarakat industri dan masyarakat umum. “Lomba PCTA ini bisa menjadi sarana yang sangat baik untuk memperkenalkan penelitian Kami “ ujar Rasyid.

Direktur Politani Samarinda Hamka didampingi Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Husmul Beze menyatakan rasa bangga terhadap deretan prestasi yang kembali diraih mahasiswanya. Ia kembali menyampaikan agar raihan prestasi yang diraih Tim Politani Samarinda ini dijadikan momentum untuk terus berkarya lebih baik lagi. “Mari bergandeng  tangan dan berjabat tangan untuk politani yang lebih maju…Politani is my service” cetusnya. 

Deretan prestasi yang diraih Tim Politeknik Pertanian Negeri Samarinda dalam tahun ini kenang Hamka sangat membanggakan. Yaitu mulai dari Juara Nasional debat Bahasa Inggris mahasiswa Politeknik Seluruh Indonesia NPEO, Juara Liga Mahasiswa U-21 regional Kaltim, Juara Futsal sejumlah Turnamen di Kaltim hingga Juara Volly Putri. “Ini juara lagi ke event nasional. Kalau juara terus seperti ini, Politani Samarinda jadi Kampus Champion” candanya. 

Sekadar diketahui Lomba Parade Cinta Tanah Air adalah Lomba sangat bergengsi garapan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Lomba ini dilaksanakan setiap tahun. Lomba ini yang menekankan produk inovasi untuk mendukung UMKM ini dilaksanakan di seluruh Indonesia. Ada Babak Final Nasionalnya. Tahun 2019 ini akan dilaksanakan di Bali pada Bulan September 2019. (bz)