• Aloyisus Abel Dorage tengah berfoto usai menerima piala penghargaan sebagai pemain terbaik

Selain merebut Juara I dalam Liga Mahasiswa U21 Piala Menpora Zona Kalimantan Timur, sejumlah pemain Politeknik Pertanian Negeri Samarinda juga merebut gelar. Yaitu sebagai pemain terbaik dan penjaga gawang terbaik. Pemain terbaik diraih Aloysius Abel Dorage. Sementara penjaga gawang terbaik diraih oleh Aldo Ananta.

Performa apik Abel, Second Striker Politeknik Pertanian Negeri Samarinda ini mendapat perhatian serius dari panitia lomba. Terbukti Abel diganjar sebagai pemain terbaik. Sebab penampilan Abel yang agresif di tengah lapangan mampu mengantarkan Politani Samarinda meraih hasil terbaiknya. Yaitu juara Liga mahasiswa U21.  Bahkan dalam partai final, gol yang disumbangkan Abel mampu menyamakan kedudukan menjadi 1 -1. Dan akhirnya berbuah juara. Bukan hanya soal menceploskan bola ke gawang lawan. Abel adalah pemain yang bisa memberikan assist ke pemain depan hingga berbuah gol. Dua gol Politani Samarinda ke gawang Politeknik Negeri Samarinda pada laga semifinal merupakan hasil assist-nya  ke pemain depan.

Selain Abel, pahlawan Politani Samarinda dalam laga pertama Liga Mahasiswa U21 di Kalimantan Timur adalah Aldo Ananta. Berkat kepiawaiannya menjaga gawang, Aldo mampu mempertahankan gawangnya dari serbuah musuh. Puncak penampilan Aldo adalah saat laga final melawan IKIP PGRI Kaltim yang berujung adu pinalti. Perang mental penjaga gawang menjadi kunci kemenangan Politani Samarinda. Tendangan pemain keenam IKIP PGRI Kaltim mampu diblok dengan sukses oleh Aldo. Kecemerlangan Aldo ini akhirnya diganjar oleh panitia menjadi penjaga gawang terbaik di Liga Mahasiswa U21 Zona Kalimantan Timur.

Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan Politani Samarinda Husmul Beze mengaku puas dengan penampilan mahasiswa di laga ini. Dalam turnamen tahunan ini, dirinya tidak mematok target apapun terhadap timnya. Sebab ini adalah turnamen kali pertama yang diikuti oleh Politani Samarinda di Cabang Sepak Bola setelah cabang ini cukup lama vakum kegiatannya. 

Husmul juga berpesan kepada Tim Politani Samarinda agar terus meningkatkan fisik dan teknik permainannya. Sebab pada 17 September 2019 mendatang. Politani Samarinda akan bermain di babak final nasional. “Lawan-lawan Kami di tingkat nasional di Jogja nanti tentu lebih kuat lagi. Sehingga berbagai persiapan harus dilakukan. Mengingat waktunya yang tidak terlalu jauh, yakni September” ujarnya. (bz)