• Tim Politani Samarinda foto bersama usai menerima tropi juara Liga Mahasiswa U21

Sukses menghempaskan IKIP PGRI Kaltim, Tim Sepak Bola Politani Samarinda tampil sebagai kampiun di Liga Mahasiswa U21 Zona Kalimantan Timur tahun 2019. Hasil ini diperoleh Politani Samarinda setelah menang adu finalti pada laga final Kamis (18/7) lalu di Stadion Sempaja Samarinda dengan skor 6 – 5. 

Pada laga final Piala Menpora pertama di Kalimantan Timur ini, Politani Samarinda tampil sangat trengginas. Pada babak pertama, Politani Samarinda terlihat lambat panas, Gol cepat di menit 13 IKIP PGRI Kaltim membuat Politani Samarinda tersentak. Diaz Cristi Sanjaya, jenderal lapangan tengah Politani Samarinda ini tampil langsungi menekan setengah pertahanan lawan. Hasilnya, 3 peluang di dapat Politani Samarinda. Namun Muhammad Rizki, top skor Politani Samarinda di even tahunan milik mahasiswa ini belum mampu mengkonversinya menjadi gol. Bila di laga Semi Final melawan Politeknik Negeri Samarinda, Rizki berhasil membobol gawang lawan. Namun di laga final ini, Rizki belum bisa keluar dari penjagaan pemain belakang IKIP PGRI Kaltim. Kawalan 3 pemain belakang IKIP PGRI Kaltim ternyata berhasil mematikan pergerakan Rizki di lini depan Politani Samarinda. Gol balasan yang ditunggu Politani Samarinda akhirnya datang dari lini kedua. Aksi solo run Aloysius Abel Dorage dari tengah lapangan mampu memporak porandakan pertahanan IKIP PGRI. Setelah melewati tiga pemain IKIP PGRI Kaltim, mahasiswa yang akrab dipanggil Abel ini berhasil menceploskan bola ke gawang IKIP PGRI. Skor berubah sama kuat 1 – 1.  

Serangan terus ditingkatkan oleh Politani Samarinda, namun ketatnya pertahanan IKIP PGRI Kaltim membuat skor tidak berubah hingga 30 menit akhir pertandingan. Akhirnya pertandingan dilanjutkan dengan adu finalti. Tekanan semakin bertambah di kedua kubu. Muhammad Rizki menjadi penendang pertama Politani Samarinda. Namun tendangan berpostur 165 cm ini harus gagal karena mengenai mistar gawang IKIP PGRI Kaltim. Aldo Ananta, penjaga gawang Politani Samarinda jadi tertekan. Beruntung penendang pertama IKIP PGRI Kaltim tidak berhasil menunaikan tugasnya. Tendangannya melambung ke atas kanan gawang Aldo. Hingga di kesempatan kelima, kedua tim sama-sama kuat 5 -5. Di kesempatan keenam. Aldo menjadi pahlawan Politani Samarinda. Tendangan algojo IKIP PGRI Kaltim ke arah kiri gawang berhasil dibloknya.  Politani Samarinda juara. Para pendukung dan official Politani Samarinda yang ada di bangku cadangan langsung tumpah ruah merayakan kemenangan ini. Direktur Politani Samarinda Hamka langsung berlari ke tengah lapangan memeluk para pemainnya. Dengan mata berkaca-kaca Direktur Politani Samarinda ini mengaku sangat bangga dengan hasil yang diraih mahasiswanya ini. “Alhamdulillah, kita ke Jogja “ ujarnya.

Hamka menyatakan bahwa kemenangan Tim Sepak Bola Politani Samarinda ini menunjukan adanya peningkatan pembinaan dan perhatian yang sangat signifikan kemajuan dunia olah raga di Politani Samarinda. Ia juga menyatakan bahwa kemenangan ini harus dijadikan sebagai momentum untuk terus maju lebih jauh lagi dalam dunia olah raga khususnya cabang sepak bola. “Ini bukti kita (Politani Samarinda, red) bisa juara. Di Kaltim dan di tingkat nasional nanti” cetusnya. Tak lupa Hamka mengucapkan terima kasih buat kerja keras tim pelatih, Abdul Rasyid Zarta dan Rusdi, yang sudah melatih dan membimbing tim yang ada.

Sekadar diketahui, Liga Mahasiswa U21 yang memerebutkan Piala Menpora ini dilakukan di 34 provinsi yang ada di Indonesia. Setiap propinsi adalah zona yang juara akan mewakili zona terkait ditingkat nasional. “Selamat ya Politani Samarinda akan mewakili zona Kaltim di final Yogyakarta September mendatang “ ujar M Faisal, perwakilan Menpora seusai penyerahan hadiah. (bz&al).