Mahasiswa yang tergabung dalam HIMA Pengolahan Hasil Hutan melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Kelurahan Sei Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda,  Jumat 24 Mei  2019.  

Hadir pada kegiatan Pengabdian masyarakat  ini  yaitu  bapak Syahrani S.Pd., M.Si  selaku Lurah Sungai Keledang, tokoh-tokoh masyarakat, ibu-ibu anggota PKK, Wakil Direktur I Bidang Akademik Bapak Dr. Heriad Daud Salusu S.Hut.,M.P, Ketua Jurusan Teknologi Pertanian Bapak Dr. Abd Rasyid Zarta S.Hut.,M.P., Koordinator Program Studi Ibu Erina Hertianti S.Hut., M.P., KUPT. Humas serta PLP dari Program Studi Pengolahan Hasil Hutan (PHH) dan mahasiswa.  Sosialisasi Pemanfaatan Asap Cair (Liquid Smoke) yang dikemas sebagai pengabdian sangat disambut dengan antusias oleh bapak Lurah Sungai Keledang  dan peserta yang hadir.    

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Jurusan Teknologi Pertanian Bapak Dr. Abd. Rasyid Zarta, S.Hut.,M.P.  yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini ini merupakan wujud dari keikutsertaan mahasiswa untuk mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu salah satunya pengabdian masyarakat, melalui sosialisasi hasil riset yang telah dilakukan oleh Mahasiswa seperti  sosialisasi pemanfaatan asap cair (liquid smoke).  Tujuan kegiatan ini adalah Untuk meningkatkan pengetahuan bagi masyarakat di lingkungan Sungai Keledang  tentang cara pembuatan asap cair dari berbagai bahan atau limbah yang ada disekitar kita, serta untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang cara penggunaan  dan cara pengawetan baik untuk  ikan, bakso menggunakan asap cair, sehingga bisa memberikan daya tahan dan kesegaran pada ikan atau bakso.

Atak Sumedi S.P.,M.Si selaku Narasumber pengganti yang seyogyanya dibawakan oleh salah seorang mahasiswa PHH tapi karena  lagi sakit sehingga tidak bisa hadir.  Pada kegiatan sosialisasi itu Atak memaparkan bagaimana Asap Cair dan Pemanfaatannya, beliau menjelaskan bahwa Asap Cair  merupakan suatu hasil kondensasi atau pengembunan dari uap hasil pembakaran bahan-bahan yang banyak mengandung  lignin, selulosa, Bahan baku yang banyak digunakan untuk pembuatan asap cair antara lain berbagai macam jenis kayu, bongkol kelapa,  sawit, tempurung kelapa, sekam, ampas atau serbuk gergaji kayu dan lain sebagainya.  Selama pembakaran, komponen dari kayu akan mengalami pirolisa menghasilkan berbagai macam senyawa.  Asap cair mempunyai banyak manfaat sebagai bahan pengawet alami karena mengandung senyawa  fenol  dan  asam  yang berperan sebagai  antibakteri  dan  antioksidan  sebagai bahan koagulan lateks pengganti asam format.  

Peserta yang hadir sangat antusias mendengar pemaparan tersebut ini ditandai dengan banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh ibu-ibu PKK, mereka berharap pengolahan asap cair ini bisa dilakukan dan dikembangkan didaerah  mereka kelurahan Sungai Keledang karena melihat potensi bahan baku yang mudah didapatkan dan pemanfaatan asap cair yang begitu luas,  harapan mereka nantinya mereka bisa berkunjung ke Politani untuk melihat dan belajar lebih banyak lagi tentang proses pengolahan Asap Cair (Liquid Smoke) ini. (Humas/AL)