Peluncuran Aplikasi Urundata Tutupan Lahan  Kalimantan Timur  yang merupakan  proyek yang dikerjakan konsorsium RESTORE+ terdiri dari World Agroforestry Center (ICRAF), WRI Indonesia, WWF Indonesia yang diprakarsai oleh  International Institute for Applied Systems Analysis (IIASA) resmi dibuka oleh  Bapak Prof. Dr. Daddy Ruhiyat  selaku Ketua Harian Dewan Daerah Perubahan Iklim (DDPI) Kaltim.   Acara ini  berlangsung di Hotel Middtown Samarinda pada Rabu (22/05/2019).   Berkesempatan hadir pada kegiatan Peluncuran Aplikasi Urundata ini  yaitu Pimpinan WWF Kaltim, empat pimpinan Perguruan Tinggi yang ada di Samarinda yaitu Universitas Mulawarman yang diwakili oleh Bapak Dr. Rudianto Amirta S.Hut., M.P., Politeknik Pertanian Negeri Samarinda oleh Bapak Hamka S.TP., M.Sc., M.P., dari Universitas 17 Agustus Bapak Dr. Marjoni Rachman, M.Si  serta beberapa perwakilan Dosen dan Mahasiswa.

Pada Kesempatan itu  Prof. Dr. Daddy Ruhiyat selaku Ketua Harian Daerah Perubahan Iklim Provinsi Kalimantan Timur dalam sambutannya mengajak semua instansi maupun lembaga dengan kewenangan masing-masing perlu bekerja sama dalam penanganan perubahan iklim yang terjadi akibat kondisi lingkungan yang terus berubah, dalam upaya mengawal kedisiplinan untuk mewujudkan mencegah deforestasi dan degradasi hutan maupun lahan, tentu diperlukan sumbangsih dari semua sektor terkait, termasuk peran Perguruan Tinggi Tentu semua berjalan di rel masing-masing, namun memiliki visi yang sama, yakni menyelematkan lingkungan,” ujarnya. 

Urundata adalah sebuah aplikasi bentang lahan, berupa proyek pengumpulan data yang merupakan pendekatan baru di era digital mempunyai tujuan untuk menggandeng semua elemen masyarakat dalam menghasilkan data berkualitas dan tepat manfaat, melalui aplikasi seluler. Informasi yang dikumpulkan ini bertujuan menghimpun berbagai pengetahuan masyarakat luas tentang sejumlah data dan informasi yang dibutuhkan untuk sebuah pembangunan, baik untuk analisa perkembangan hutan, perencanaan dan pengembangan daerah, serta sarana untuk  menghitung besaran emisi karbon dan diharapkan dapat menjawab secara rinci masalah lahan terdegradasi, tutupan lahan, dan potensi restorasi bentang alam. 

Pimpinan Perguruan Tinggi yang hadir berkomitmen untuk melakukan kerjasama dengan menandatangani nota kesepahaman dalam kegiatan restorasi lahan tersebut, dimana kerjasama ini akan berlangsung selama tiga tahun mulai tahun 2019 sampai 2022.

Para pengguna diminta untuk bisa mengunduh dan memainkan aplikasi tersebut.  Aplikasi urundata  dapat diakses di urundata.id, dan juga tersedia gratis di Google Play Store yang dapat diunduh melalui tautan http://bit.ly/unduh-urundata.  Data sumbangan publik ini akan diverifikasi oleh panel ahli yang kemudian dibagikan lagi ke publik. (AL)