• Hamka (batik tengah) dan Najib (baju warna hitan tengah) berfoto bersama dengan mahasiswa Politani Samarinda yang mendapatkan kenang-kenangan dalam kegiatan sosialisasi Pemilu 2019 di Politani Samarinda.

Direktur Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Hamka menyerukan agar mahasiswa sebagai pemilih pemula yang ada di kampusnya tidak golput dalam Pemilu 17 April 2019 mendatang. Sebab pesta demokrasi lima tahunan tersebut berbiaya sangat mahal yaitu sekitar 24,7 triliun. “Pesta ini sangat mahal, mohon tidak golput” tegasnya saat membuka sosialisasi Pemilu 2019 hasil kerjasama BEM Politani Samarinda dengan Relawan Demokrasi Basis Pemilih Muda pada Sabtu (13/4) lalu.

Mahasiswa Politani yang berjumlah sekitar 1.700 ini ujar Hamka bukan merupakan jumlah yang tidak sedikit.  Tapi merupakan sebuah angka pemilih yang besar dan sangat memengaruhi perolehan suara. Oleh sebab itu, ia berharap pemilih yang masuk dalam kategori milenial ini bisa beramai-ramai mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) pada 17 April 2019 mendatang. “Satu suara anda akan menentukan nasib kita lima tahun mendatang” ujarnya.

Anggota Komisioner KPUD Kota Samarinda Najib dalam kesempatan yang sama juga menghimbau agar para mahasiswa bisa menggunakan hak pilihnya pada Rabu (17/4) mendatang. Sebab suara kaum milenial yang diperkirakan ada 40 juta jiwa saat ini ujar Najib merupakan kelompok yang sangat besar. Walau kelompok ini ujar Najib sangat aktif dalam berinteraksi melalui media sosial, namun demikian masih ada saja beberapa kelompok yang belum sepenuhnya mengerti tata cara melakukan pemilihan. “Oleh karena itu lah Kami terus sasar untuk melakukan sosialisasi” tambah Najib.

Pembicara lainnya dalam sosialisasi Pemilu di Politani Samarinda tahun 2019 Suwardi Sagama menambahkan, jika pemilih di Pemilu 2019 ini bis aberlaku cerdas, khususnya di kalangan mahasiswa, maka hasil pilihannya akan bisa membawa Indonesia jauh lebih maju lagi. “Karena pemilih cerdas akan menghasilkan pemimpin yang berkualitas” ujarnya. (bz)