• Narasumber Bapak H. Mahyudin berfoto bersama jajaran Politani Samarinda

  • Narasumber Bapak Mahyudin berfoto bersama para peserta seminar

Sebagai bagian dari warga dan rakyat Indonesia, mahasiswa dituntut untuk lebih aktif dalam mengawal perubahan-perubahan yang terjadi saat ini. Perubahan-perubahan yang hangat diperbincangkan saat ini ialah moralitas bangsa yang semakin menurun. Moralitas bangsa yang sudah tidak lagi berpegang teguh pada UUD 1945 dan Pancasila.

Hal tersebut yang kemudian melahirkan sebuah gagasan oleh kawan-kawan Mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Samarinda untuk mengadakan sebuah Seminar Empat Pilar MPR RI meliputi Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Sabtu, 23 Februari 2019 di Ruang Kuliah Umum Politani Samarinda yang dihadiri oleh 150 Mahasiswa/i Politani Samarinda dan Politeknik Negeri Samarinda.

Kegiatan ini menjadi momentum yang paling berharga karena Penyampaian Empat Pilar MPR RI yaitu UUD NRI 1945, Pancasila, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, disampaikan langsung oleh Wakil ketua MPR RI Bapak Dr. H. Mahyudin ST, MM. dan didampingi langsung Direktur Politeknik Pertanian Samarinda, Hamka., STP., M.Sc., MP.

Kegiatan seminar ini dimoderatori oleh Dr. Fadli Mulyadi., SP., MP, bertujuan untuk merefleksi kembali isi kandungan dari pembahasan Empat Pilar tersebut agar masyarakat Indonesia khususnya mahasiswa terhindar dari paparan radikalisme yang dapat mengancam disintegrasi bangsa. Bapak Dr. H. Mahyudin, ST., MM, juga menyampaikan bahwa mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus senantiasa bersemangat karena mahasiswa merupakan aset potensial bangsa yang dalam beberapa tahun ke depan akan menjadi bagian dari keuntungan demografi yang akan didapatkan oleh bangsa Kita. Oleh karena itu, mahasiswa harus senantiasa berpikir positif dan menghindari hal negatif. Dr. H. Mahyudin, ST., MM, juga mengajak mahasiswa untuk mengawal pesta demokrasi tahun 2019 agar berjalan aman dan damai. Mahasiswa diharapkan menjadi pelopor pemilu yang bersih dan meminimalisasi politik uang.

Acara diakhiri dengan foto bersama yang disambut dengan antusias oleh para peserta dan diselingi oleh perbincangan dengan Bapak Direktur dan para peserta (Fa).