Tenaga ahli yang mampu mengoperasikan alat pengukuran GNSS (Global Navigation Satellite System) sejauh ini masih sangat langka keberadaannya. Keahlian pengukuran koordinat wilayah dengan ketelitian hingga millimeter ini belum banyak dikuasai oleh sumber daya manusia (SDM) di Kalimantan Timur. Padahal keperluannya sangat banyak. Salah satunya kegiatan yang tengah dilakukan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sejak 2017 lalu yaitu  kegiatan  PTSL (pendaftaran tanah sistematis lengkap). Di tahun 2018 saja, Kalimantan Timur ditargetkan melakukan sertifikasi tanah sebanyak 126.886 bidang oleh Kementerian ATR/BPN. Hingga akhir tahun ini ternyata realisasinya baru mencapai 100.000 bidang pengukuran. Salah satu kendala yang dihadapi alat kurangnya SDM yang mampu mengoperasikan alat ukur GNSS.

Melihat hal ini Program Studi Teknologi Geomatika Politani Samarinda merasa terpanggil untuk melakukan sesuatu. Pada Selasa (18/12) hingga Rabu (19/12), Program Studi yang konsen pada bidang pengukuran ini melakukan pelatihan GNSS. Mitra yang diajak berkolaborasi di kegiatan ini sangat kekinian yaitu sebuah grup medsos besar yang diisi oleh para surveyor di Kalimantan Timur. Kerukunan Surveyor Kalimantan Timur. “Kami sudah lama memiliki ide ini dan ingin mewujudkannya. Animo dari anggota grup juga sangat besar. Dan Prodi Geomatika Politani Samarinda ternyata sangat responsip menfasilitasi keinginan Kami. Maka Kami ada di sini” ujar HE Andriyanta, Ketua Kerukunan Surveyor Kalimantan Timur.

Ketua Program Studi Teknologi Geomatika Politani Samarinda Husmul Beze menyatakan sangat gembira dengan adanya gairah masyarakat Kaltim terhadap dunia pengukuran khususnya menggunakan teknologi canggih seperti GNSS. Sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan para surveyor, Husmul berharap inisiasi yang telah dimunculkan ini bisa menjadi trigger yang bagus dalam perkembangan dunia geodesi/geomatika di Kalimantan Timur. Dengan banyaknya perusahaan besar di Kaltim baik yang bergerak di bidang pertambangan, konstruksi, perkebunan, kehutanan dan lainnya tentu memerlukan banyak tenaga ahli pengukuran. “Politani Samarinda sangat terbuka dan selalu siap memfasilitasi perusahaan, masyarakat ataupun pegiat bidang geodesi/geomatika Kaltim untuk meningkatkan kemampuannya di kampus Kami” ujar Husmul yang kini juga menjabat sebagai Pembantu Direktur III Politani Samarinda didampingi Dawamul Arifin, Dosen sekaligus pemateri kegiatan.

Sekadar diketahui GNSS merupakan suatu metode pengoperasian dan kesesuaian dari gabungan beberapa sistem satelit navigasi seperti GPS, GLONASS, dan Galileo yang disediakan untuk kepentingan sipil di seluruh dunia. (bz)