POLITANI SAMARINDA GELAR WORKSHOP KURIKULUM VOKASI BIDANG PERTANIAN POLITEKNIK NEGERI SE-INDONESIA

Bertempat di Hotel Harris Samarinda pada tanggal 20 – 23 November 2017 kemarin telah dilangsungkan pembahasan mengenai kurikulum program studi sejenis bidang pertanian politeknik se Indonesia. Kegiatan tersebut diikuti oleh 14 politeknik negeri dengan 87 program studi yang membahas kurikulum politeknik bidang pertanian dan menghadirkan narasumber tim kurikulum nasional Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggiyang dibawakan oleh Dr. Rusminto Tjatur Widodo, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang disampaikan oleh Dr. Nes Yandri Kahar, Direktur Pembelajaran Kemenristekdikti Ibu Dr. Paristiyanti Nurwardani serta Dr. Rusi Anwar selaku pembicara dari PT Sentosa Kalimantan Jaya sebagai stake holder industri perkebunan sawit di Kalimantan Timur.

Dalam kesempatan tersebut Direktur Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Ir. Hasanudin, MP menjelaskan bahwa jaringan pendidikan vokasi dalam hal ini politeknik yang memiliki bidang sejenis yakni pertanian telah terhubung sejak tahun 2014 dan setiap tahun terus berkomunikasi, membangun silaturahmi dan menyamakan persepsi dalam membentuk output standar proses pembelajaran dalam bentuk kurikulum yang sama bagi prodi yang sejenis, sehingga lulusan akan memiliki kompetensi yang kurang lebih sama di akhir proses pembelajaran di politeknik tersebut. Tahun ini Politeknik Pertanian negeri samarinda menjadi tuan rumah dan mengupayakan empat topik utama untuk dibahas bersama yaitu mengenai kurikulum prodi yang sejenis, sertifikasi kompetensi lulusan, implementasi model pembelajaran 321 di politeknik, usulan penyesuaian nomenklatur program studi serta mempersiapkan program pertukaran mahasiswa nusantara (Permata).

Sementara itu, Dr. Paristiyanti Nurwardani menjelaskan bahwa pihak Direktorat Pembelajaran Kemenristekdikti akan memfasilitasi pertemuan antara Kadin dengan para pimpinan politeknik yang memiliki program studi bidang pertanian yang meliputi pertanian, kehutanan, perikanan, perkebunan, peternakan ataupun bidang lainnya yang relevan. Hal tersebut dianggap penting agar pelaksanaan model pembelajaran 321 sebagai wahana latih mahasiswa langsung di dunia kerja benar-benar dapat terlaksana. Model tersebut dikenalkan oleh Presiden Jokowi sendiri setelah beliau meninjau pendidikan vokasi di beberapa negara, dan adopsinya diaplikasikan dalam bentuk 3 semester pembelajaran di kampus, 2 semester di lapangan dan 1 semester sisanya kembali ke kampus untuk membereskan tugas akhirnya. Diharapkan masa satu tahun mahasiswa berada di lapangan akan membuat kompetensi mahasiswa lebih mudah diraih dan menjamin lulusan benar-benar siap untuk mengambil alih pekerjaan tanpa perlu masa pelatihan tambahan. Itu semua demi mempersiapkan kebutuhan tenaga kerja yang berkompetensi dan mampu berkompetisi, serta jangan sampai malahan menambah jumlah pengangguran terdidik di Indonesia.

Suasana Forum Grup Diskusi

Suasana Jamuan Makan Malam